Breaking News

MAKRO Ekonomi 2019: Indonesia Optimis Namun Harus Tetap Waspada 05 Feb 2019 23:29

Article image
Menkeu pada acara Rapim Polri Tahun 2019 dengan topik “Ketahanan Ekonomi” di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (30/01). (Foto: ist)
"Momentum pertumbuhan kita lagi menguat. Kemiskinan kita menurun single digit dalam sejarah Indonesia..."

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan rasa optimismenya terhadap perekonomian Indonesia tahun 2019. Hal ini berkaca dengan catatan pertumbuhan yang stabil di 2018, didukung oleh penerimaan pajak yang mecapai double digit.

Menurut Menkeu, perekonomian Indonesia tahun 2018 yang stabil di tengah gejolak perekonomian global yang sangat dinamis seperti kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS) yang menyebabkan suku bunga naik dan pada saat yang sama likuiditas dolar (AS) itu diperketat sehingga menekan nilai tukar rupiah, perang dagang antara AS dengan Republik Rakyat China (RRC), ketidakpastian Brexit dan harga komoditas yang fluktuatif. 

“Coba kita lihat penerimaan pajak kita tahun 2018. Seluruh sektor ekonomi memiliki pertumbuhan penerimaan pajak yang hampir double digits. Jadi, kalau angka pajak kita tumbuh dua digit, dia memang punya kegiatan ekonomi yang tumbuh double digits sehingga dia membayar (pajak) lebih. Momentum pertumbuhan kita lagi menguat. Kemiskinan kita menurun single digit dalam sejarah Indonesia. Kesenjangan kita mulai menurun. Itu berarti pertumbuhan ekonomi itu dinikmati makin merata oleh masyarakat. Pengangguran menurun terendah dari tahun 2012,“ jelas Menkeu pada acara Rapim Polri Tahun 2019 dengan topik “Ketahanan Ekonomi” di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (30/01).

Namun demikian, dengan kerjasama dan koordinasi yang baik antara Pemerintah dengan stakeholders terkait, gejolak perekonomian tersebut dapat diredam dampaknya bagi Indonesia sehingga kinerja perekonomian Indonesia tahun 2018 sangat baik.

“Maka tahun 2018, kami Pemerintah bersama-sama dengan Bank Indonesia dan OJK mencoba untuk terus menjaga perekonomian dari goncangan yang sangat keras itu. Dilakukan tindakan-tindakan untuk menstabilkan kembali perekonomian kita. Inflasi tetap rendah dan nilai tukar terdepresiasi tapi tidak berbeda jauh dari negara-negara lain. Bahkan kalau kita dibandingkan India, Turki, Argentina, Brazil kita masih jauh lebih baik,” kata Menkeu menggambarkan bauran kebijakan ekonomi untuk meredam akibat dari gejolak perekonomian global.

Namun demikian, di tengah rasa optimismenya tersebut, Menkeu tetap mengingatkan bahwa Pemerintah tetap waspada dan hati-hati mengelola perekomian, mengingat goncangan ekonomi global masih akan berlanjut.

Panelist lainnya dalam forum tersebut adalah Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (Ketua Komisioner OJK) Wimboh Santoso, Deputi Gubernur Bank Indonesia (Deputi BI) Dody Budi Waluyo, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (Ketua KPK) Agus Rahardjo, dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (Kepala PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin.

--- Sandy Romualdus

Komentar