Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

GAYA HIDUP Empat Manfaat Renang Bagi Tubuh 17 Nov 2017 10:57

Article image
Ilustrasi berenang. (Foto: wisegeek.com)
Berenang dapat mengaktifkan kedua belahan otak dan keempat lobus otak secara bersamaan, yang membantu meningkatkan kognisi, dan lebih mudah dalam belajar.

BERENANG menjadi aktivitas menyenangkan, dan kini sering dijadikan sarana rekreasi untuk keluarga, biasanya akhir pekan (hari libur). Berenang, membuat otot-otot bereaksi terutama otot tangan dan kaki, selain itu pernapasan menjadi ikut terlatih.

Berenang, biasanya tidak memakai alat bantu apapun (kecuali kaca mata dan alat pelindung lain). Bagi yang belum bisa berenang, bisa dibantu alat, seperti pelampung dan semacamnya.

Jumlah kalori yang dibakar, tentu saja tergantung pada fisiologi tubuh masing-masing orang dan juga tingkat intensitas olahraga yang dilakukan. Sebagai aturan umum untuk setiap 10 menit berenang: berenang gaya dada akan membakar 60 kalori; gaya punggung membakar 80 kalori; gaya bebas membakar 100 kalori; gaya kupu-kupu membakar 150 kalori.

Berikut empat manfaat sehat olahraga renang bagi otak sebagaimana ditulis Lizette Borreli/Medical Daily.

Meningkatkan kemampuan kognitif

Semua gerakan berulang, seperti berlari, menari, dan berenang, dapat memperlancar aliran darah ke otak. Aliran darah yang lancer dapat membantu meningkatkan kemampuan memori, suasana hati, dan membuat kita lebih fokus.

Merangsang zat kimia pada otak untuk meningkatkan mood

Berenang dan olahraga lain memicu tubuh melepaskan hormon endorfin, yang berguna membantu mengelola stres, kecemasan dan mood. Aktivitas fisik dan olahraga dapat membantu melepaskan ketegangan, dan bahkan melawan beberapa gejala depresi.

Studi pada tahun 2007 menemukan bahwa berenang dapat memberikan efek anti depresi. Berenang sangat efektif mengurangi panik dan kesedihan, karena teknik yang digunakan seperti ayunan tangan dan kaki, mengatur nafas dan pengulangan dapat menjadi semacam meditasi.

Memperbaiki selotak dan meningkatkan memori

Berenang dapat memperbaiki kerusakan otak akibat stres dengan menggantikan neuron yang hilang di hipo kampus. Penelitian telah menemukan, orang yang depresi mengalami penyusutan hipo kampus—bagian otak yang terlibat dalam kemampuan belajar dan memori. Penyusutan hipo kampus berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan mental terkait depresi.

Meningkatkan kemampuan motorik dan visual

Gerakan dengan pola bersilangan pada saat berenang membantu perkembangan serabut saraf di corpus callosum, yang menghubungkan belahan otak kanan dan kiri serta memfasilitasi komunikasi antara keduanya.

Berenang dapat mengaktifkan kedua belahan otak dan keempat lobus otak secara bersamaan, yang membantu meningkatkan kognisi, dan lebih mudah dalam belajar.

Studi pada tahun 2012 menemukan bahwa anak yang belajar berenang di usia dini mencapai banyak tahap perkembangan lebih cepat dibandingkan anak-anak lain. Tahapan ini termasuk keterampilan motorik kasar seperti koordinasi, keterampilan motorik visual seperti memotong kertas, mewarnai, menggambar garis dan bentuk, serta keterampilan menangani tugas-tugas matematis.

 

--- Elisabeth Sylvie

Komentar