Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

UKM Empat Tahun Reformasi, Koperasi Tumbuh Secara Berkualitas 12 Jul 2018 19:56

Article image
Presiden Jokowi didampingi Menkop dan UKM AM Puspayoga di sela Pameran HUT Koperasi ke 71 di ICE BSD, Serpong, Rabu (12/7). (Foto: ist)
“Dalam empat tahun berjalannya Reformasi Total Koperasi, banyak penataan koperasi yang berhasil dilaksanakan baik terhadap para penggerak koperasi, masyarakat dan kelembagaan koperasi itu sendiri..."

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Setiap tahun, pemerintah dan gerakan koperasi memperingati Hari Koperasi setiap tanggal 12 Juli. Tahun ini, peringatan Hari Koperasi ke-71 dilaksanakan di ICE BSD Tangerang, Banten yang dihadiri oleh Presiden Jokowi, para menteri Kabinet Kerja dan seluruh penggerak koperasi di tanah air.  

Pemerintahan Presiden Jokowi mencanangkan program pertumbuhan ekonomi  untuk memberikan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan. Untuk mencapai pemerataan itu koperasi memiliki peran strategis, karena bisa saja terjadi pertumbuhan ekonomi tapi hanya dinikmati sekelompok orang.

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga mengatakan guna meningkatkan peran koperasi dalam pertumbuhan ekonomi, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, Kementerian Koperasi dan UKM menjalankan Reformasi Total  Koperasi melalui tiga langkah strategis, yakni Reorientasi, Rehabilitasi dan Pengembangan. Tujuannya adalah mengembangkan koperasi secara berkualitas sebagai organisasi yang memberikan kesejahteraan kepada anggotanya dan kemanfaatan kepada masyarakat.

“Dalam empat tahun berjalannya Reformasi Total Koperasi, banyak penataan koperasi yang berhasil dilaksanakan baik terhadap para penggerak koperasi, masyarakat dan kelembagaan koperasi itu sendiri. Masyarakat mulai menyadari bahwa kualitas koperasi adalah yang terpenting, bukan mengejar kuantitas  lembaga koperasi,” kata Puspayoga, Kamis (12/7).

Pendataan koperasi dibenahi sehingga melahirkan data koperasi yang benar-benar aktif. Jumlah koperasi tahun 2014 sebanyak 212.570 unit  telah berkurang menjadi 152.714 unit. Sebanyak  40.013 dibubarkan karena tidak aktif lagi.

Pembinaan yang terus menerus dilakukan pemerintah untuk pengembangan koperasi sehingga indikator-indikator pertumbuhan koperasi menunjukkan peningkatan, antara lain koperasi mencatatkan omzet hingga puluhan triliun, koperasi masuk bursa efek dan koperasi membeli saham Bank BRI Syariah.

Berdasarkan data yang diolah Kemenkop dan UKM dan BPS, kontribusi PDB koperasi terhadap PDB nasional terus meningkat. Tahun 2014, PDB koperasi  hanya 1,71 persen kemudian meningkat menjadi 3,99 persen tahun 2016 dan tahun 2018 naik lagi menjadi 4,48 persen.

“Ini menunjukkan koperasi tumbuh sehat dan terus berkembang secara berkualitas,” kata Puspayoga.

Kemenkop dan UKM  konsisten melaksanakan Reformasi Total Koperasi dan mengajak  semua gerakan koperasi,  pemerintah terus menjaga sinergi positif yang sudah terjalin selama ini sehingga koperasi menjadi kuat dan mampu meningkatkan peran dalam pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

--- Sandy Romualdus

Komentar