Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

INTERNASIONAL Empat Tentara Inggris Ditangkap Terkait Rencana Teror 06 Sep 2017 10:43

Article image
Satuan tentara Inggris dalam sebuah latihan. (Foto: zeit.de/getty images)
Mereka disinyalir menjadi anggota National Action (NA), sebuah organisasi berhaluan radikal dan ultra-nasionalis yang telah dilarang di Inggris.

LONDON, IndonesiaSatu.co -- Otoritas Kepolisian Inggris mengumumkan penangkapan atas empat tentara karena dugaan merencanakan aksi teror. Dikutip dari Sueddeutsche Zeitung/sz.de, Rabu (6/9/2017), empat tentara yang ditangkap dan ditahan itu berasal dari Ipswich, Northampton, Powys Wales, dan Birmingham. Mereka disinyalir menjadi anggota National Action (NA), sebuah organisasi berhaluan radikal dan ultra-nasionalis yang telah dilarang di Inggris.

 Pihak kepolisian Inggris tidak menjelaskan identitas keempat tentara dan anggota kelompok NA yang berusia antara 22 hingga 32 tahun itu. Penangkapan dan penahanan mereka dilakukan sesuai rencana operasi kontra teror yang dilakukan kepolisian di sejumlah tempat, termasuk penggerebekan di apartemen. Operasi tersebut berjalan lancar tanpa mengganggu ketenangan warga.

"Kami menahan keempat tersangka karena dicurigai terlibat dalam rencana tindakan terorisme," demikian salah satu pernyataan Kepolisian West Midlands seperti dikutip dari sz.de, Rabu (6/9/2017).

Organisasi National Action dikenal sebagai gerakan sayap kanan pertama yang dilarang pemerintah Inggris pada Desember 2016.  Kelompok tersebut dipastikan terafiliasi dengan organisasi Neo-Nazi. Menteri Dalam Negeri Inggris Amber Rudd menuding organisasi tersebut sebagai kelompok rasis dan anti-semit.

Larangan terhadap National Action ditetapkan menyusul peristiwa pembunuhan anggota parlemen Jo Cox pada pertengahan 2016 oleh simpatisan kelompok sayap kanan tersebut. Cox, anggota Partai Buruh, tewas ditembak dan ditikam di depan kantornya. Pelaku pembunuhan bernama Thomas Mair diketahui terafiliasi dengan kelompok garis keras itu.

Sesuai peraturan di Inggris, siapa pun yang diketahui masih menjadi anggota dan simpatisan organisasi National Action terancam hukuman hingga sepuluh tahun penjara.

--- Rikard Mosa Dhae