Breaking News

REGIONAL Ende Dapat Bantuan DAK Fisik Afirmasi Bidang Transportasi 24 Jul 2019 01:27

Article image
Kabid Darat, Dinas Perhubungan Ende, Ibrahim menunjukkan mobil pick up bantuan Kemendes PDTT. (Foto: Ian/Vox NTT)
Kendaraan tersebut akan dikelola oleh BUMDes untuk kepentingan peningkatan ekonomi masyarakat di desa.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus mengupayakan pemerataan pembangunan bagi desa-desa terisolir dan daerah perbatasan yang tidak mampu dijangkau oleh kendaraan umum, letak geografi yang tidak memungkinkan dan memiliki hasil bumi.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Darat, Dinas Perhubungan Kabupaten Ende, Ibrahim di Ende, Selasa (23/07/19).

Ibrahim mengatakan bahwa saat ini pemerintah kabupaten Ende melalui Dinas Perhubungan, mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Afirmasi bidang Transportasi Tahun Anggaran 2019.

"Kabupaten Ende mendapatkan bantuan berupa 8 unit mobil pick up mega carry yang diperuntukan bagi delapan desa di lima kecamatan," ungkap Ibrahim.

Ia menerangkan bahwa mobil pick up tersebut akan diberikan kepada desa-desa yang saat ini sangat sulit dijangkau, sehingga dengan mobil ini dapat digunakan untuk aktifitas dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Ibrahim menyebutkan bahwa ada delapan desa yang akan disurvei. Kedelapan desa tersebut berada di wilayah Kecamatan Nangapanda, Maukaro, Wewaria, Detusoko dan Kecamatan Lepembusu Kelisoke.

“Sementara untuk delapan desa, kita belum bisa pastikan karena masih menunggu hasil survei di lapangan. Tetapi yang pastinya, akhir bulan kita sudah serahkan ke desa-desa tersebut,” katanya.

Ibrahim menegaskan bahwa desa yang akan mendapatkan bantuan kendaraan, wajib memenuhi kriteria yang menjadi syarat utama yakni adanya Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes.

"Yang lebih diprioritaskan yakni desa yang sudah ada Bumdes, dan untuk dana ini merupakan dana hibah murni dari Kemendes ke desa untuk operasional,” tandasnya.

Ia juga menekankan bahwa kendaraan tersebut akan dikelola oleh BUMDes untuk kepentingan peningkatan ekonomi masyarakat di desa.

“Tugas kami untuk melakukan pengawasan dan kami menerima laporan setiap enam bulan sekali dari BUMdes,” jelas Ibrahim.

Ia berharap terhadap desa-desa yang akan menerima kendaraan hibah kendaraan tersebut mampu menjaga dan merawat untuk kepentingan masyarakat.

 

--- Guche Montero

Komentar