Breaking News

KESEHATAN Erick Sebut Vaksin Covid-19 “Quick Win” Agar Tidak Terbebani PSBB 13 Aug 2020 09:10

Article image
Bio Farma mengaku siap mengedarkan vaksin Covid-19 pada Maret 2021, usai uji klinis tahap ketiga rampung dan terdaftar di BPOM. (Foto: CNN Indonesia)
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan PT Biofarma (Persero) juga sudah menyiapkan kapasitas produksi hingga 250 juta vaksin per tahun.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan penemuan vaksin Covid-19 menjadi salah satu "quick win" agar Indonesia tidak terjebak melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menghambat laju pertumbuhan ekonomi.

"Tentu sekarang vaksin adalah salah satu 'quick win' atau jalan singkat bagaimana kita tidak terus terbebani melakukan PSBB di sana sini. Apakah itu dinamakan terapi penyembuhan, obat-obatan, herbal," ujar Menteri Erick di Jakarta, Rabu (13/8/2020).

Ia menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya terus berupaya menemukan vaksin bekerja sama dengan berbagai lembaga seperti Lembaga biologi molekuler Eijkman, BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), Kementerian Riset dan Teknologi, dan universitas-universitas.

"Kerja sama untuk mencoba menemukan vaksin merah putih dan ini masih berlangsung. Laporan terakhir, di tahun 2021 bisa ada jalan keluar, kita menemukan vaksin merah putih," katanya seperti dilansir Antara News.

Erick menambahkan, PT Biofarma (Persero) juga sudah menyiapkan kapasitas produksi hingga 250 juta vaksin per tahun.

"Tentu Biofarma juga terus berupaya melakukan kerja sama dengan banyak pihak. Apakah dengan WHO, CEPI, Korea, China dan terakhir dengan UEA," katanya.

Ia menyampaikan Biofarma mulai melakukan uji klinis vaksin Covid-19 fase ketiga di Bandung dengan 1.620 relawan.

"Kalau memang hasilnya baik InsyaAllah  di awal tahun depan kita sudah coba lakukan vaksin massal kepada seluruh rakyat Indonesia, yang tentunya vaksin merah putih kita tunggu," kata Erick yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Saat ini, lanjut dia, Indonesia sangat memerlukan vaksin Covid-19 secepatnya agar kesehatan terjaga sekaligus mendorong ekonomi.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi triwulan II-2020 mengalami kontraksi sebesar 5,32 persen atau untuk pertama kalinya masuk zona negatif sejak 1999.

--- Simon Leya

Komentar