Breaking News

INTERNASIONAL FBI: Ada Rencana Protes Bersenjata pada Pelantikan Joe Biden 12 Jan 2021 12:28

Article image
Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden. (Foto: Reuters)
Meski dibayangi ancaman protes bersenjata dari para pendukung Trump, Joe Biden menyatakan siap dilantik dan mengambil sumpah di luar ruangan sesuai peraturan tradisional AS.

WASHINGTON DC, IndonesiaSatu.co -- Biro Investigasi Federal (FBI) mengeluarkan peringatan akan adanya rencana protes bersenjata menjelang pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, pada 20 Januari mendatang.

Dilansir faz.net, Selasa (12/1/2021), FBI juga memperingatkan bahwa protes massal bersenjata juga sangat mungkin terjadi di semua 50 ibu kota negara bagian AS.

"Melihat banyak kekerasan dari pendukung Presiden Donald Trump dalam penyerbuan Capitol pada Rabu pekan lalu, FBI mengeluarkan peringatan terjadinya aksi bersenjata mulai akhir pekan depan hingga hari pelantikan Biden," ungkap sumber FBI seperti dikutip dari faz.net, Selasa (12/1/2021).

Garda Nasional telah memperoleh wewenang untuk mengirim 15.000 tentara ke Washington guna melindungi ibu kota AS itu dan melarang wisatawan mengunjungi Monumen Washington hingga 24 Januari 2021.

Kepala Biro Garda Nasional, Jenderal Daniel Hokanson, menyebutkan sekitar 10.000 tentara akan dikirim ke Washington pada Sabtu mendatang untuk menjaga keamanan dan mendukung pergerakan logistik dan komunikasi.

Ia menambahkan, jumlah itu bisa meningkat menjadi 15.000 jika diminta oleh otoritas lokal.

Sementara itu, meski dibayangi ancaman protes bersenjata dari para pendukung Trump, Joe Biden menyatakan siap dilantik dan mengambil sumpah di ruang terbuka, mengacu pada tradisi untuk upacara pelantikan di halaman Gedung Capitol.

Akan tetapi, Biden juga mengatakan, sangat penting bahwa orang-orang "yang terlibat dalam aksi provokasi dan mengancam nyawa orang, merusak fasilitas publik, dan menyebabkan kerusakan besar" dimintai pertanggungjawaban.

--- Hendrico Penu