Breaking News

INTERNASIONAL FBI: Seorang Wanita Diduga Coba Jual Laptop Ketua DPR AS ke Intelijen Rusia 19 Jan 2021 16:05

Article image
Riley June Williams, seorang wanita Pennsylvania yang dituduh melanggar hukum gedung Capitol dan mengarahkan orang ke kantor Pelosi. (Foto: The Straits Times)
Pencurian perangkat elektronik dari kantor kongres telah menjadi kekhawatiran yang terus-menerus setelah pengepungan oleh pendukung Presiden AS Donald Trump.

PENNSYLVANIA, IndonesiaSatu.co -- Penegak hukum AS sedang menyelidiki apakah seorang wanita mengambil komputer laptop atau hard drive dari kantor Ketua DPR AS Nancy Pelosi selama pengepungan 6 Januari 2021 di Capitol dan mencoba untuk menjual perangkat tersebut ke intelijen Rusia, menurut sebuah pengajuan pengadilan.

Seorang agen FBI sebagaimana diberitakan Reuters mengungkapkan detailnya dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada Minggu malam yang menguraikan kasus pidana terhadap Riley June Williams, seorang wanita Pennsylvania yang dituduh melanggar hukum gedung Capitol dan mengarahkan orang ke kantor Pelosi.

Pencurian perangkat elektronik dari kantor kongres telah menjadi kekhawatiran yang terus-menerus setelah pengepungan oleh pendukung Presiden AS Donald Trump.

Pejabat Jaksa Agung AS Michael Sherwin mengatakan setelah serangan itu, beberapa  pencurian mungkin berpotensi membahayakan apa yang dia gambarkan sebagai "ekuitas keamanan nasional."

Menurut pernyataan tertulis yang diajukan ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia, FBI menerima informasi dari seseorang yang menyatakan bahwa mereka adalah mantan pasangan romantis Williams.

Keterangan rahasia mengatakan Williams "bermaksud untuk mengirim perangkat komputer ke seorang teman di Rusia, yang kemudian berencana untuk menjual perangkat tersebut ke SVR, Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia," kata pernyataan tertulis itu.

Menurut keterangan rahasia, "transfer perangkat komputer ke Rusia gagal karena alasan yang tidak diketahui dan Williams masih menguasai perangkat komputer atau menghancurkannya," kata pernyataan tertulis itu. Investigasi tetap terbuka.

Williams tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Menurut FBI, tampaknya Williams telah melarikan diri dari sebuah alamat di dekat Harrisburg, Pennsylvania, yang dia bagikan dengan ibunya, menonaktifkan nomor teleponnya, dan menghapus akun media sosial.

Juru bicara Pelosi, Drew Hammill, tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Dua hari setelah pengepungan Capitol, Hammill mengatakan laptop yang digunakan untuk presentasi dicuri dari ruang konferensi di kantor Pelosi. Tidak jelas apakah perangkat itu adalah yang dituduh diambil oleh Williams.

--- Simon Leya

Komentar