Breaking News

POLITIK Ferdinand Hutahaean Mungkin Iri Kepada Ahok 08 Jul 2019 14:52

Article image
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok disambut histeris warga ketika naik MRT. (Foto: kompas.com)
Staf mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mempertanyakan apakah ada ketentuan Ahok tak boleh naik MRT dan mengunjungi tempat-tempat umum lainnya.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Staf mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Ima Mahdiah menilai politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean iri karena warga tidak mengenalnya.

Penilaian ini disampaikan Mahdiah untuk menjawab kritik Hutahean yang mempertanyakan niat Ahok yang kerap muncul di ruang publik belakangan ini. kehadiran Ahok di berbagai tempat, termasuk ketika menjajal moda Mass Rapid Transit (MRT) disambut warga dengan histeris.

"Saudara Ferdinand Hutahaean mungkin iri ketika naik MRT tidak ada warga yang mengenalnya," kata Ima melalui pesan singkat seperti dikutip Tempo.co (8/7/2019).

Dia pun mempertanyakan apakah ada ketentuan Ahok tak boleh naik MRT dan mengunjungi tempat-tempat umum lainnya.

"BTP sekarang warga biasa, kenapa harus takut BTP manuver. Apa ada ketentuan kalau BTP tidak boleh naik MRT dan mengunjungi tempat-tempat umum lainnya?" kata dia.

Sebelumnya Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mempertanyakan niat Ahok kerap muncul di depan publik. Dia mengaitkan kegiatan Ahok itu dengan manuver untuk menjadi menteri.

"Apakah Anda @basuki_btp ingin jadi menteri sehingga belakangan ini coba banyak manuver cari perhatian publik? Anda itu mantan Gubernur, tunggu Anies (Baswedan, Gubernur DKI) selesai nanti pilkada lagi silakan ikut," cuit Ferdinand pada Ahad, 7 Juli 2019.

Ketika dikonfirmasi, Ferdinand mengatakan penilaiannya bahwa pria yang akrab disapa Ahok itu terlalu banyak bermanuver belakangan ini. Dia mencontohkan kegiatan Ahok menjajal moda transportasi MRT, Sabtu 6 Juli 2019. Selepas naik MRT, Ahok juga berkunjung ke Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Ferdinand pun menilai kunjungan itu seakan Ahok masih merasa dirinya pejabat yang meninjau proyek pemerintah. Kata Ferdinand, tak elok seorang mantan gubernur seolah mengkritik gubernur baru yang sedang bekerja.

"Ini soal fatsun, etika politik. Sabar dan biarkan Gubernur bekerja," kata dia.

--- Simon Leya

Komentar