Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

GAYA HIDUP Fortuga dan ADPII Dorong Peningkatan Tata Kelola Sampah Rumah Tangga 11 May 2018 20:05

Article image
Dino Fabriant, Ketua Umum Asosiasi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII). (Foto: Sandy)
Kedua organisasi ini berkolaborasi mengadakan kompetisi desain produk untuk pertama kalinya dengan nama Waste Wise Design Competition 2018.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Sampah di Indonesia merupakan masalah yang sudah sangat mendesak untuk dipecahkan. Berbagai peraturan baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah sudah lama dikeluarkan, tapi belum ada kemajuan yang cukup berarti. Seperti program Indonesia Bebas Sampah 2020 yang belum menunjukan hasil, seperti target sungai Citarum yang baru akan bersih dalam waktu 7 tahun ke depan.

Persoalan ini menyita perhatian banyak pihak. Salah satunya Forum Alumni ITB angkatan 1973 (Fortuga) yang mencanangkan gerakan Fortuga Peduli Sampah, guna mendukung program Indonesia Bebas Sampah 2020. Untuk langkah akselerasi, Fortuga menggandeng Aliansi Desain Produk Industri Indonesia (ADPII), organisasi profesi desainer produk industi di Indonesia.

Kedua organisasi ini berkolaborasi mengadakan kompetisi desain produk untuk pertama kalinya dengan nama Waste Wise Design Competition 2018 dan didukung oleh Greeneration Indonesia, organisasi yang khususnya bergerak di bidang pengelolaan sampah perkotaan, dan pengelolaan kebersihan lingkungan hidup pada umumnya.

Nani Koespriani, Ketua Fortuga Peduli Sampah (Planologi '73) menjelaskan, Waste Wise Design Competition untuk pertama kalinya hadir dengan tema “Smart Products for Waste Solution” (Produk-Produk Cerdas untuk Solusi Limbah/Sampah). Kompetisi disain ini tidak hanya sebagai bentuk sosialisasi untuk membangun perhatian dan kesadaran masyarakat terhadap permasalahan sampah yang ada, namun merupakan upaya mendukung terciptanya solusi-solusi disain produk yang edukatif, inovatif, kreatif dan aplikatif, terkait permasalahan sampah dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan perumahan perkotaan.

"Setidaknya solusi sampah itu tercipta dalam kurun 5 tahun ke depan dan mendorong Sistem Tata Kelola Sampah Rumah Tangga menjadi lebih baik, lebih efektif dan effisien serta ramah manusia dan lingkungan," kata Nani di Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Waste Wise Design Competition 2018 merupakan salah satu pencapaian kegiatan Jangka Pendek, selain Zero Waste Event dan Akademi Bijak sampah. Untuk Jangka Menengah Fortuga Peduli Sampah menargetkan untuk merumuskan Policy Notes, berupa advokasi kepada Pemerintah RI mengenai strategi pengelolaan sampah yang terstruktur, massive, efektif dan akuntabel.

Melalui Waste Wise Design Competition 2018, Fortuga bersama ADPII ingin mencari solusi-solusi produk yang pada akhirnya sampah yang dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) menjadi minimal, proses tata kelola sampah menjadi lebih efektif dan efisien untuk masyarakat maupun pengelola TPA.

"Dengan demikian, investasi sarana dan prasana pengelolaan sampah perkotaan akan lebih bermanfaat, dan umur TPA pun menjadi lebih panjang”, kata Lusiana Waluyati, anggota Fortuga (Planologi ’73) menegaskan.

Adapun dalam Jangka Panjang, kegiatan Fortuga Peduli Sampah menargetkan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya usia dini, untuk mempunyai tanggung jawab dalam menangani sampah yang dihasilkannya dengan baik dan benar. Selain itu, akan dibangun program Eco Ranger di beberapa wilayah destinasi wisata, dengan tujuan meningkatkan kepedulian para wisatawan akan kebersihan di kawasan wisata terkait, melalui gerakan pemberdayaan komunitas lokal.

Dino Fabriant, Ketua Umum ADPII menjelaskan, IIndustrial Design adalah proses pemecahan masalah strategis yang mendorong inovasi, membangun kesuksesan bisnis, dan menghasilkan kualitas produk, sistem, layanan dan pengalaman yang lebih baik. Outputnya tidak hanya produk berwujud, namun dapat berupa system dan strategi desain. Jadi anggapan disain produk industri adalah hanya berkaitan dengan aspek estetika sebuah produk adalah tidak tepat.

Dino menguraikan, bidang disain produk adalah mencakup riset dan perencanaan produk yang hasil akhirnya merefleksikan konfigurasi harmoni dari aspek-aspek fungsional, kualitas, kenyaman, keamanan, dan merefleksikan aspek social budaya, refleksi daya saing, gaya hidup, gaya desain, refleksi inovasi dan kebaruan, teknologi, fungsi emosi seperti wajah merek (face of brand), mengedepankan faktor manusia yang berinteraksi dengan produk tersebut langsung-tidak langsung, dan memiliki value/nilai konsumen yang tepat sesuai dengan strategi dan tujuan produk tersebut pada masa produk itu diluncurkan.

“Desain produk yang baik tidak hanya menawarkan manfaat bagi pengguna (end user, influencer dan purchaser), tapi juga menawarkan manfaat bagi lrodusennya dalam membangun kesuksesan bisnis. Lebih jauh dapat turut mendorong gaya hidup tertentu dalam masyarakat”, jelas Dino.

Maka, lanjutnya, ADPII mendukung gerakan Fortuga Peduli Sampah untuk dapat turut menjadikan proses tata kelola sampah lebih baik, efektif dan effisien dan ramah manusia. ADPII bersama Fortuga bersinergi dan membangun gerakan Waste Wise ini, yang dimulai dengan kegiatan Waste Wise Design Competition 2018.

"Harapan kami, kegiatan Waste Design Competition 2018 menjadi momentum para disainer/kreator produk professional, muda dan calon-calon kreator produk, untuk berpikir beberapa langkah ke depan dalam merencanakan sebuah produk dan secara moril memasukan elemen pemikiran disain yang mendorong kearah gaya hidup less waste dan sustainablity," pungkas Dino.

Artinya, lanjut Dino, tidak hanya ketika produk tersebut telah mencapai masa ‘after use’ memenuhi kriteria 3R (Re-duce, Re-cycle, Re-use) tapi unsur R keempat yaitu Re-Think/Re-Design (memikirkan ulang) secara kreatif pada saat produk tersebut mulai direncanakan untuk dapat menawarkan manfaat tambahan terkait isu lingkungan.

"Juga dipikirkan produk-produk yang memiliki nilai komersial untuk pengolahan limbah organik rumahan sehingga setiap rumah tangga merasa perlu memilikinya, atau produk-produk yang memiliki nilai-nilai edukatif yang dapat mengarahkan generasi masa depan yang sadar bahwa gaya hidupnya memiliki andil menciptakan lingkungan hijau khususnya melalui gaya hidup yang dapat membuat proses tata kelola sampah menjadi lebih baik, efektif dan effisien dan ramah manusia serta lingkungan," tutup Dino.


Kompetisi Desain

Para peserta Waste Wise Design Competition akan memperebutkan hadiah senilai Rp. 75.000.000,- (termasuk pajak hadiah) berupa 4 hadiah utama dan dukungan sebagian biaya pembuatan mockup / prototype, setelah melalui 2 tahap seleksi, keempat pemenang akan diumumkan dalam acara Fortuga Day di Bandung yang rencananya akan diselenggarakan tanggal 22 September 2018.

Informasi lengkap mengenai kompetisi ini dapat diperoleh melalui website www.wastewisecompetition.com dan media-media sosial setelah program ini resmi diluncurkan tanggal 11 Mei 2018. Waste Wise Design Competition 2018, tidak memungut biaya apapun kepada peserta.

--- Sandy Romualdus

Komentar