Breaking News

REGIONAL Fraksi Demokrat Dukung Pengalihan Dana Bimtek DPRD Ende untuk Pencegahan Covid-19 02 Apr 2020 22:31

Article image
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Ende, Mahmud Bento Djegha. (Foto: Ist)
"Perlu diadakan dan diperbanyak alat pengukur suhu tubuh di setiap Puskesmas, terutama di Puskesmas perbatasan," desak Bento.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende bersikap responsif terhadap upaya percepatan penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Ende.

Ketua DPRD Kabupaten Ende, Fransiskus Taso kepada wartawan mengatakan bahwa sesuai Instruksi Bupati bahwa semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib melakukan pergeseran Anggaran guna mempercepat penanganan virus Covid-19 di Kabupaten Ende.

"Oleh karena itu, secara lembaga DPRD Ende wajib mendukung pemerintah daerah dengan menggeser Dana Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Ende tahun 2020," ungkap Ferry, Rabu (1/4/20).

Ferry menjelaskan, untuk Dana Bimtek tahun 2020 senilai Rp 400 juta lebih akan dialihkan untuk percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19. Terkait penggunaan, akan dikoordinasikan dengan Gugus Tugas," terangkan.

Politisi Partai PDI Perjuangab ini juga menegaskan bahwa lembaga DPRD juga akan mempertimbangkan pergeseran Dana Pokir jika masih dibutuhkan.

"Kita akan lihat kebutuhan Dana Percepatan Penanganan Covid-19 untuk enam bulan ke depan. Jika masih mengalami kekurangan, maka termasuk Dana Pokir juga akan dialihkan. Prinsipnya, DPRD secara Lembaga, wajib hukumnya mendukung Pemerintah demi masyarakat Kabupaten Ende," imbuhnya.

Dukungan Fraksi Demokrat Ende

Sikap responsif Lembaga DPRD Ende terkait pengalihan Dana Bimtek tersebut mendapat dukungan dari Fraksi Partai Demokrat DPRD Ende.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Ende, Mahmud Bento Djegha kepada media ini menyatakan dukungan terkait pengalihan Dana Bimtek DPRD Ende guna mendukung percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Ende.

"Pada prinsipnya, kebijakan responsif Lembaga DPRD ini seiring dengan tuntutan kondisi di daerah, terutama upaya intensif untuk percepatan pencegahan maupun penanganan sebagai langkah prioritas yang harus dilakukan oleh pemerintah melalui koordinasi Tim Gugus Tugas Covid-19. Dukungan ini perlu dioptimalkan," kata Bento.

Bento juga menyinggung soal kesiapan fasilitas dan alat-alat kesehatan baik di Rumah Sakit Rujukan maupun di setiap Puskesmas yang ada di setiap Kecamatan, yang harus diintensifkan dan diperhatikan secara seriuals oleh pemerintah.

"Kita memberi catatan penting untuk kesiapan Puskesmas-Puskesmas yang ada di daerah perbatasan seperti di Kecamatan Lio Timur, kecamatan Kotabaru maupun Kecamatan Nangapanda. Perlu diadakan dan diperbanyak alat pengukur suhu tubuh di setiap Puskesmas, terutama di Puskesmas perbatasan," katanya.

Politisi Partai Demokrat ini beralasan, alat pengukur suhu tubuh menjadi penting diadakan, mengingat masih tingginya Pelaku Perjalanan Dalam Pemantauan (PPDP) yakni 695 orang dan ODP sebanyak 12 orang serta PDP 1 orang sesuai data  Gugus Tugas per 1 April 2020.

"Kita harus mencegah dari berbagai kemungkinan dengan kesiapan alat yang memadai. Perlu juga langkah antisipasi dan pengawasan maksimal bagi PPDP yang baru datang dari luar daerah maupun luar negeri. Jangan sampai timbul stigma dan kepanikan massal di tengah masyarakat akibat wabah Covid-19 ini. Segenap pihak harus proaktif meminimalisir dampak dari pendemik Corona ini," pungkasnya.

--- Guche Montero

Komentar