Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

SOSOK Frans Lameng; Dokter yang Tulus Mengabdi 13 Jul 2018 12:10

Article image
Dokter Fransiskus Xaverius Lameng saat melayani pasien di kabupaten Sikka (Foto: Dok. Pribadi)
Baginya, pilihan dalam dunia politik adalah komitmen yang disertai tanggung jawab untuk kepentingan banyak orang terutama kebijakan strategis menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

MAUMERE, IndonesiaSatu.co-- Dokter Fransiskus Xaverius Lameng merupakan sosok pengabdi yang selalu dekat dengan orang sakit, memiliki visi perubahan dan komitmen dengan profesi yang diemban.

Sejak lulus dari Universitas Udayana Bali tahun 1999, Dokter Frans, demikian ia akrab disapa, memilih mengabdi untuk tanah kelahirannya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Berawal karir sebagai seorang dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Puskesmas Waipare Kewapante, Kabupaten Sikka, ia kemudian diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil tahun 2001.

Dalam pengabdiannya sebagai PNS, dokter kelahiran 3 Desember 1972 ini setia melayani masyarakat sebagai dokter puskesmas, sekaligus merangkap Kepala Puskesmas yang mengurusi manajemen.

Pengalamannya sebagai dokter puskesmas , harus berjibaku dengan kondisi topografis dan akses pelayanan yang jauh (puskesmas keliling), dengan berjalan kaki berjam-jam melintasi hutan dan bukit untuk melayani masyarakat yang sakit.

Membangun SDM

Setelah 14 tahun menjadi abdi negara sebagai PNS, dokter Frans memutuskan untuk mundur secara resmi dari PNS tahun 2014 dan keputusan tersebut diterima oleh Gubernur NTT. Baginya, alasan di balik keputusan mundur dari PNS yakni ingin fokus membangun Sumber Daya Manusia (SDM) melalui faktor pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat di NTT.

Niat tersebut diwujudkan sejak tahun 2008 dengan mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Santa Mathilda di kota kelahirannya, Maumere, kabupaten Sikka.

Sekolah Menengah berbasis kejuruan tersebut membuka jurusan Keperawatan, Farmasi, Keperawatan Gigi, Teknik Otomotif dan Pariwisata. Selanjutnya, pada tahun 2011, ia juga membangun sekolah serupa di kabupaten Manggarai, tepatnya di kota Ruteng. Kini, ribuan alumni dari lembaga pendidikan tersebut tersebar di pusat-pusat layanan kesehatan di seluruh NTT, dengan mengemban profesi sebagai Bidan, Perawat, Analis , tenaga farmasi dan profesi lainnya.

Pada tahun 2014, dokter Frans kembali membuat gebrakan brilian dengan membangun lembaga Pendidikan yaitu Akademi Farmasi Diploma 3 dan merupakan satu satunya akademi farmasi di Flores. Ia menjabat Direktur, sementara sang isteri, dokter Yosephine menjabat ketua Yayasan Abraham yang menaungi lembaga pendidikan tersebut.

Animo mahasiswa dari berbagai kabupaten di provinsi NTT tak kalah antusias menekuni akademi farmasi tersebut. Baginya, pendirian akademi farmasi tersebut sebagai jawaban atas kondisi yang ada yakni masih minimnya jumlah tenaga farmasi di NTT.

Panggilan Politik

Tak urung mendedikasikan diri sebagai pengabdi dan penggerak SDM masyarakat melalui pendidikan dan kesehatan, dokter Frans tergerak untuk terjun dalam dunia politik. Terinspirasi dari sosok sang ayah, David Lameng, dokter Frans menjadikan politik sebagai jembatan untuk merealisasikan aspirasi masyarakat dengan berpijak pada tuntutan dan kondisi masyarakat yang sudah lama digelutinya.

Sang Ayah, David Lameng adalah Purnawirawan Letkol Brimob (Polri), mantan Kapolres Flores Timur dan Sikka, juga seorang politisi. Sebagai politisi, ayahnya pernah menjabat Ketua DPRD Sikka dan juga anggota DPRD Provinsi NTT.

Selain sosok ayah yang menjadi inspirasi politik, salah satu tokoh muda bangsa, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga menjadi pelecut semangatnya untuk berani mengambil keputusan terjun di kancah politik demi menggagas perubahan dan kemajuan. Atas dasar itulah, dirinya menyatakan siap untuk maju sebagai bakal calon DPR RI melalui partai Demokrat pada pesta demokrasi pemilu 2019 melalui Daerah Pemilihan (Dapil) NTT 1.

Dirinya bahkan sudah melengkapi segala keperluan administrasi sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) dengan nomor registrasi penyerahan dokumen persyaratan Bacaleg DPR RI, nomor 465.

Baginya, pilihan dalam dunia politik adalah komitmen yang disertai tanggung jawab untuk kepentingan banyak orang terutama kebijakan strategis menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

“Kebijakan politik sebagai jembatan untuk menentukan arah sasaran pembangunan dan kemajuan. Konteks NTT, pembangunan utama yakni SDM Masyarakat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Pendidikan dan kesehatan menjadi tolok ukur, di samping pembangunan fisik lainnya. Dengan didukung SDM yang baik, maka beberapa titik kesenjangan sosial-ekonomi dapat dibenahi dan diminimalisir,” ungkapnya dalam rilis yang diterima media ini, Jumat (13/7/18).

Terkait figur AHY, ia berpandangan bahwa sosok anak muda tersebut menjadi corong kebangkitan anak muda di Indonesia yang berani menyatakan sikap dan siap bertarung dengan tuntutan situasi, termasuk peliknya politik tanah air.

“AHY adalah figur orang muda yang memiliki  karakter dan integritas sebagai pemimpin masa depan bangsa karena terbentuk di dunia militer. Keputusan untuk berhenti dari Militer di saat karirnya sedang melejit merupakan wujud komitmen yang siap mengorbankan profesi dan jabatan pribadi demi mengabdi bangsa dan negara. Motivasinya adalah sebuah sikap patriotik dan satria bangsa. AHY adalah pribadi yang berintegritas, loyal, bersih, jujur dan berkomitmen untuk bangsa dan NKRI,” nilainya.  

Ia berkomitmen, jika diberi amanah oleh Partai Demokrat untuk bertarung dalam pemilihan legislatif 2019 mendatang, maka dirinya berkomitmen untuk mendukung figur AHY maju pada Pilpres 2019 baik sebagai Capres maupun Cawapres.  

“Kita siap berkerja untuk memenangkan AHY di NTT. Karena, politik adalah komitmen dan tanggung jawab, termasuk mendukung figur AHY sebagai tokoh muda bangsa yang berkomitmen untuk kemajuan dan perubahan bangsa ini. Politik harus berjalan simetris sehingga mencapai arah kebijakan yang sinergis. Kini, saya siap mengemban aspirasi masyarakat NTT lewat partai Demokrat jika diberi amanah oleh Partai Demokrat dan siap bekerja untuk mewujudkan hal itu,” komitnya.

--- Guche Montero

Komentar