Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INTERNASIONAL Fregat China Melintas di Perairan Sengketa, Jepang Layangkan Protes 12 Jan 2018 13:49

Article image
Kepulauan Senkaku/Diaoyu di Laut China Timur. (Foto: AFP)
Otoritas Tokyo mengecam dan mendesak Beijing untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa memancing ketegangan kedua negara terkait sengketa di Kepulauan Senkaku.

TOKYO, IndonesiaSatu.co -- Protes resmi dilayangkan oleh Pemerintah Jepang kepada pemerintah China setelah sebuah kapal milik militer China terdeteksi melintas di dekat pulau bersengketa di perairan Laut China Timur. Seperti dikutip dari Huffingtonpost.de, Jumat (12/1/2018), otoritas Tokyo mengecam hal tersebut dan mendesak Beijing untuk tidak melakukan aksi-aksi yang bisa memancing ketegangan baru di antara negara-negara terkait sengketa di wilayah itu.

Informasi dari otoritas Jepang menyebutkan, kapal fregat China itu berlayar di sekitar Kepulauan Senkaku (Jepang) atau Diaoyu (China) di Laut China Timur. Meski demikian, Kementerian Pertahanan Jepang mengakui, fregat China itu tidak memasuki perairan di wilayah Jepang.

“Kami mendesak pemerintah China agar tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu hubungan bilateral,” ungkap Yoshihide Suga, Kepala Kabinet Jepang, seperti dilansir Huffingtonpost.de, Jumat (12/1/2018).

Kenji Kanasugi yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Biro Asia dan Kelautan Kementerian Luar Negeri Jepang, dikabarkan telah bertemu dengan Duta Besar China Cheng Yonghua di Tokyo untuk menyampaikan protes tersebut.

Menanggapi desakan Jepang, Yonghua kembali menegaskan sikap negaranya mengenai Kepulauan Senkaku/Diaoyu. Ia menyampaikan laporan Kementerian Pertahanan China, bahwa kapal perangnya justru untuk merespon kehadiran dua kapal Jepang di sekitar pulau tersebut. Yonghua juga mengatakan, China tidak puas dengan sikap Jepang yang dianggapnya sedikit berlebihan.

Jepang dan China telah lama terlibat dalam sengketa Kepulauan Senkaku/Diaoyu. Kedua negara kerap saling tuding terkait kapal-kapal perang yang berpatroli sekitar kepulauan itu.

--- Rikard Mosa Dhae