Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

POLITIK Gagal Maju Pilgub Jatim, La Nyalla Mattaliti Ungkap Dirinya Diminta Mahar oleh Prabowo Subianto 12 Jan 2018 05:51

Article image
La Nyalla Mattalitti ketika memberikan konferensi pers seputar penolakan dirinya. (Foto: Ist)
La Nyalla mengaku dirinya tidak diusung Partai Gerindra karena dinilai tidak dapat membayar mahar yang telah ditentukan. Dia mengaku pertama kali dimintai duit untuk uang saksi pada 9 Desember 2017 lalu.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Setelah tidak dipilih sebagai cagub di Pilgub Jatim 2018, La Nyalla Mattalitti mengungkapkan kekecewaannya kepada Partai Gerindra dan Ketumnya Prabowo Subianto.

Kekecewaan ini disampaikan La Nyalla dalam konferensi pers di Restoran Mbok Berek, Jl Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (11/1/2017).

La Nyalla mengaku dirinya tidak diusung Partai Gerindra karena dinilai tidak dapat membayar mahar yang telah ditentukan. Dia mengaku pertama kali dimintai duit untuk uang saksi pada 9 Desember 2017 lalu. Namun, La Nyalla tak merinci uang saksi ini untuk ajang pesta demokrasi yang mana.

"Ada saat tanggal 9 itu yang ditanyakan uang saksi. Kalau siapkan uang saksi, saya direkom tapi kalau uang saksi dari 68.000 TPS dikali Rp 200.000 per orang dikali 2 berarti Rp 400.000. Itu sekitar Rp 28 miliar. Tapi, yang diminta itu Rp 48 miliar dan harus diserahkan sebelum tanggal 20 Desember 2017. Nggak sanggup saya,ini namanya saya beli rekom, saya nggak mau," ujar La Nyalla.

Kata La Nyalla, dia bersedia untuk membayar uang untuk kebutuhan saksi.  

 "Tapi kan itu 2018, waktu itu masih lama dari 2018. Karena saya tidak bisa menyiapkan di tanggal 20 Desember, saya kembalikan," kata dia.

Menurut perhitungan La Nyalla, uang saksi itu sekitar Rp 28 miliar. Jumlah tersebut didapat dari perkiraan honor Rp 200 ribu per orang (untuk dua orang saksi) di 68 ribu tempat pemungutan suara. 

La Nyalla akhirnya mengembalikan surat tugas Gerindra tanggal 20 Desember. Pada saat itu ia meminta Prabowo memberikannya kesempatan.

“Saya sudah pertegas kepada pak Prabowo. Pak, kasih kesempatan saya, kasih keluar dulu surat tugasnya, kemudian saya kumpulkan rekan-rekan pengusaha muslim saya untuk membantu," ucapnya.

La Nyalla menambahkan, dia bukannya tak mau mengeluarkan untuk pembiayaan saksi, tapi dia ingin uang tersebut dikeluarkan setelah rekomendasi keluar.

"Akhirnya saya ingat Prabowo menyampaikan kalau enggak punya uang jangan maju. Ya Wis. Saya ini punya uang, tapi saya punya sumpah, saya enggak mau keluar uang dulu kalau saya belum direkom. Kalau saya sudah didaftarkan ke KPU baru saya kasih duit," ungkapnya. .

La Nyalla akhirnya mengembalikan surat tugas Gerindra tanggal 20 Desember. 

Gagal mendapat rekomendasi dari Prabowo, La Nyalla pun menyatakan keluar dari Gerindra. Selain keluar dari Gerindra, La Nyalla juga menyatakan tak akan mendukung Prabowo di Pilpres 2019. 

--- Redem Kono

Komentar