Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INTERNASIONAL Galang Dukungan, Israel Siapkan Dana bagi Negara-negara Berkembang 29 Dec 2017 15:25

Article image
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. (Foto: AFP)
Dana bantuan akan disalurkan untuk penggunaan teknologi Israel di sektor pertanian, pendidikan kepemimpinan, dan pengembangan teknologi.

TEL AVIV, IndonesiaSatu.co -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan menyiapkan paket keuangan sebesar 50 juta dolar atau sekitar 678 miliar rupiah, untuk membantu pembangunan di negara-negara ter. Dikutip dari laman Welt.de, Jumat (29/12/2017), langkah tersebut bertujuan untu mendapatkan dukungan diplomatik dari negara-negara yang akan dibantu.

Rencana Netanyahu terungkap ke publik hanya sekitar satu pekan setelah Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan pemungutan suara untuk terkait keputusan Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dana tersebut akan disalurkan untuk penggunaan teknologi Israel di sektor pertanian, pendidikan kepemimpinan, dan pengembangan teknologi.

Informasi yang beredar di berbagai media menyebutkan, sebagian besar dana akan diarahkan dalam rangka peningkatan hubungan diplomatik di Asia, Afrika, dan Eropa Timur. Hal tersebut diduga kuat berkaitan dengan hasil pemungutan suara di PBB, di mana negara-negara yang menolak resolusi dan abstain berasal dari tiga kawasan itu.

PM Netanyahu tercatat melakukan tur Afrika pada 2016 dan 2017. Hal itu memperkuat perkiraan bahwa Israel semakin intensif melakukan langkah-langkah untuk memperkuat hubungan diplomatik dengan negara-negara di Afrika. 

"Saya percaya kepada Afrika, saya yakin pada potensi dan masa depannya. Afrika adalah benua yang sedang mekar," ungkap Netanyahu di dalam lawatan ke Liberia pertengahan 2017.

--- Rikard Mosa Dhae