Breaking News

POLITIK Gamis: Keberpihakan Prabowo atas Palestina Nol Besar 28 Nov 2018 16:31

Article image
Calon Presiden dengan nomor urut 1 Prabowo Subianto. (Foto: ANTARA)
Kordinator Nasional Gamis Mahsyur Borut mengatakan, sikap ketua umum Partai Gerindra itu melukai umat Islam di seluruh dunia.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Pernyataan Prabowo Subianto soal pemindahan kantor Kedutaan Besar Australia ke Yerusalem terus menuai kecaman. Kali ini kecaman datang dari Gerakan Aksi Mahasiswa Islam (Gamis). Gamais menilai calon presiden nomor urut 2 itu tidak memiliki empati terhadap warga Palestina.

Kordinator Nasional Gamis Mahsyur Borut mengatakan, sikap ketua umum Partai Gerindra itu melukai umat Islam di seluruh dunia.

“Pada saat rakyat Palestina berjuang berkorban darah, korban jiwa terus berjatuhan tak terkira jumlahnya, justru Prabowo dengan enteng membuat pernyataan yang tidak berpihak pada penderitaan Palestina. Keberpihakan Prabowo atas Palestina nol besar,” kata Mahsyur, Rabu (28/11/2018).

Menurut Mahsyur, demikian dikutip dari JPNN.com (28/11/2018), membela kemerdekaan Palestina hal yang tidak bisa ditawar lagi bagi Indonesia.

Dia menambahkan, sikap Presiden Soekarno pada 1962 sudah menjadi bukti keberpihakan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.

Bahkan, sambung Mahsyur, isi pembukaan UUD 1945 sudah menegaskan sikap Indonesia terhadap segala bentuk penjajahan, termasuk di Palestina.

“Prabowo tidak paham bernegara dan tidak mengerti sejarah Palestina dan umat muslim. Konstitusi bangsa Indonesia mengamanatkan untuk menentang penjajahan dalam bentuk apa pun di atas dunia,” ujar Mahsyur.

Mahsyur menambahkan, Gamis akan menentang segala bentuk kezaliman terhadap umat Islam.

Menurut dia, dalam waktu dekat akan ada deklarasi Gamis di sejumlah kota besar seperti di wilayah Sumatera Barat, Kalimantan, Sulawesi Selatan (Makassar), DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Dia menjelaskan, pihaknya akan turun ke jalan dan melakukan deklarasi untuk meluruskan kesalahan berpikir seperti yang dilakukan Prabowo.

“Kami berpihak kepada umat muslim yang  terzalimi dan berusaha memberikan pencerahan masyarakat yang jadi korban politik bernuansa agama padahal tujuannya hanya kepentingan politik sesaat,” tegas Mahsyur.

 

--- Simon Leya

Komentar