Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

PENDIDIKAN Gandeng 59 Kampus, Kemenkop & UKM Luncurkan Gerakan Mahasiswa Pengusaha 06 Mar 2018 21:38

Article image
Kementerian Koperasi dan UKM meluncurkan Gerakan Mahasiswa Pengusaha bersama 59 perguruan tinggi dari sembilan provinsi. (Foto: ist)
Dukungan perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan minat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Tumbuhnya wirausaha baru dari kalangan mahasiswa akan meningkatkan rasio kewirausahaan nasional.

BALI, IndonesiaSatu.co -- Kementerian Koperasi dan UKM meluncurkan Gerakan Mahasiswa Pengusaha bersama 59 perguruan tinggi dari sembilan provinsi. Gerakan ini bertujuan menumbuh dan mengembangkan kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

Pada peluncuran ini, Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga dan para rektor dari 59 perguruan tinggi serta Kelompok Media Bali Post menandatangani kesepahaman bersama, Selasa (6/3) di Denpasar, Bali. 

Menteri Puspayoga mengatakan mindset mahasiswa masih berlomba menjadi pegawai negeri atau karyawan.  Pola pikir wirausaha masih sangat minim.

"Mindset mahasiswa harus diubah, dari mindset karyawan menjadi pengusaha. Sekarang sudah terbukti banyak mahasiswa yang berwirausaha sudah kaya meski belum tamat," kata Puspayoga.

Menteri menegaskan, dukungan perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan minat kewirausahaan di kalangan mahasiswa.  Tumbuhnya wirausaha baru dari kalangan mahasiswa akan meningkatkan rasio kewirausahaan nasional.

Menurutnya gerakan kewirausahaan  yang terus digalakkan melalui berbagai cara termasuk lewat kampus telah meningkatkan rasio kewirausahaan nasional dari 1,6% tahun 2014 menjadi 3,1% tahun 2016.

"Gerakan kewirausahaan sejalan dengan program Presiden Jokowi  bahwa pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan pemerataan kesejahteraan," kata Puspayoga.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Ketut Prasetyo mengatakan gerakan kewirausahaan merupakan program yang juga sudah berjalan di Unesa. 

"Kewirausahaan jadi mata kuliah wajib di Unesa. Karena itu,  Gerakan Mahasiswa Pengusaha yang digagas oleh Kemenkop dan UKM sangat bagus untuk mendukung peringkatan jumlah kewirausahaan," kata Ketut.

Gerakan Mahasiswa Pengusaha diikuti sebanyak 1.400 orang mahasiswa dari 59 perguruan tinggi dari sembilan provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Bali.

Perguruan Tinggi yang ikut antara lain,  Universitas Sanggabuana,  Universitas Negeri Surabaya, Universitas Padjajaran,  Universitas Negeri Yogyakarta,  Universitas Katolik Soegijapranata,  Universitas Islam Sumatera Utara, Ikopin,  Universitas Islam Madura, Poltek LP3I Bandung, Politeknik Negeri Bandung.

Setelah peresmian Gerakan Mahasiswa Pengusaha oleh Menteri,  sebanyak 150 mahasiswa di Bali langsung mengikuti workshop kewirausahaan.  Pada saat yang sama, dilaksanakan juga workshop yang sama serentak di delapan provinsi lainnya. 

Dalam Gerakan Mahasiswa Pengusaha, mahasiswa yang akan ikut harus menjalani proses seleksi.  Pada tahap awal,  dilakukan workshop kewirausahaan selama satu hari yang diikuti 150 mahasiswa yang sudah mempunyai rintisan usaha  atau yang ingin berwirausaha

Selanjutnya mereka diseleksi menjadi 80 orang peserta yang dibagi dalam dua angkatan untuk mendapatkan Pelatihan Kewirausahaan melalui GKN selama tiga hari dengan materi menggali ide bisnis dan penyusunan proposal bisnis.

Seleksi akhir dilakukan dengan penilaian terhadap proposal bisnis/rencana bisnis yang telah disusun oleh peserta. Sebanyak 20 peserta yang lolos seleksi proposal bisnis mendapatkan bantuan Wirausaha Pemula dari Kemenkop dan UKM sebesar Rp 10 juta - 13 juta. 

--- Sandy Romualdus

Komentar