Breaking News

NASIONAL Ganggu Kesatuan NKRI, Ketum PBNU: Kita Lawan 17 Nov 2020 12:26

Article image
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) Said Aqil Siradj. (Foto: ICMI)
Said mengimbau seluruh pihak, khususnya umat Islam, untuk selalu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI).

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan, siapapun yang menganggu persatuan dan kesatuan NKRI harus dilawan, karena mereka adalah musuh bangsa.

"Siapapun yang ingin melakukan hal-hal yang negatif mengganggu persatuan NKRI mari kita sikapi, kita lawan dan itu merupakan musuh bangsa," kata Said kepada wartawan, Senin (16/11/2020).

"Musuh bersama kita semuanya dari pihak manapun atas nama apapun mari kita rawat, kita cintai NKRI dengan semangat ukhuwah wathoniyah solidaritas sebangsa dan setanah air," ucap dia.

Karena itu Said mengimbau seluruh pihak, khususnya umat Islam, untuk selalu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI).

Ia mengingatkan jangan sampai masyarakat mudah terprovokasi oleh tindakan kelompok tertentu.

Said mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia wabil khusus umat Islam agar menjaga, merawat, mengawal, keutuhan keselamatan NKRI yang kita cintai ini.

Said mengatakan, jelang 100 tahun NKRI jangan sampai semangat melindungi bangsa dan negara menurun.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga mengingatkan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam rangka menjaga stabilitas nasional.

"Saudara-saudara sekalian, saya ingin menyampaikan kembali pentingnya persatuan dan kesatuan dalam menjaga stabilitas nasional," ujar Panglima TNI, Minggu (15/11/2020).

Panglima TNI juga mengingatkan semua pihak agar tak membiarkan persatuan dan kesatuan hilang karena disebabkan provokasi dan ambisi yang dibungkus identitas. Karena itu, TNI bertekad akan menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

"Untuk itu jangan kita biarkan persatuan dan kesatuan bangsa itu hilang atau dikaburkan oleh provokasi dan ambisi yang dibungkus dengan berbagai identitas," kata dia.

"Seluruh prajurit TNI adalah alat utama pertahanan negara untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia," pungkas Panglima TNI.

--- Simon Leya

Komentar