Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

REGIONAL Gelar Diskusi Publik, PMKRI Maumere: “Jangan Utak-Atik Pancasila!” 02 Jun 2018 01:26

Article image
PMKRI Maumere dan sejumlah elemen usai Diskusi Publik pada Peringatan Hari lahir Pancasila di Maumere (Foto: Dok. PMKRI)
“Pancasila sudah final. Jangan diutak-atik lagi baik oleh gejolak sosial politik maupun gerakan-gerakan radikal dan teror yang justru memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan cederai nilai-nilai luhur Pancasila yang mengayomi NKRI,” tegas Bent

MAUMERE, IndonesiaSatu.co-- Dalam memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere Santo Thomas Morus, Jumat (1/6/18) menggelar Diskusi Publik bertempat di Aula Nawacita Kampus Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere. 

Bertepatan dengan momen peringatan tersebut, PMKRI mengusung tema “Ideologi Pancasila dalam Kepungan Radikalisme dan Terorisme” dengan menghadirkan empat narasumber  yakni Ketua Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus, Wakil Ketua STFK Ledalero, Pater Otto Gusti Madung, Ketua Yayasan Unipa Maumere, Sabinus Nabu dan penulis buku “Negara Bukan-Bukan”, Silvano Keo Baghi.

Ketua Panitia Diskusi Publik, Oktavianus Alfin Aha menjelaskan kegiatan tersebut merupakan kerja sama PMKRI Maumere dan Yayasan Unipa Maumere dengan melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), pelajar SMA/SMK, organisasi kepemudaan, Lembaga Swadaya Masyarakat, tokoh masyarakat dan tokoh agama dan segenap elemen masyarakat kabupaten Sikka.

“PMKRI Maumere beralasan mengangkat tema tersebut karena melihat Pancasila tengah terancam oleh paham-paham radikal. Sebagai organisasi kepemudaan yang berlandaskan intelektualitas, diskusi publik tersebut diharapkan menjadi bagian dari pertanggungjawaban PMKRI Maumere untuk menjaga nilai-nilai Pancasila di tengah hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” jelasnya.

Sementara Ketua PMKRI Maumere, Bendektus Rani menegaskan bahwa momen peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan penegasan terhadap ideologi bangsa dan dasar NKRI yang sudah final.

“Pancasila sudah final. Jangan diutak-atik lagi baik oleh gejolak sosial politik maupun gerakan-gerakan radikal dan teror yang justru memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa. Pancasila adalah rumah bersama bagi segenap warga bangsa dari Sabang sampai Merauke. Jangan cederai nilai-nilai luhur Pancasila yang mengayomi NKRI,” kata Bentho Rani.

Ia mengharapkan agar kegiatan edukatif tersebut dapat menjadi media positif dalam menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan konkrit.

“Diharapkan agar Pancasila tidak semata menjadi wacana teoretis, melainkan diterjemahkan dan diamalkan dalam kehidupan konkrit terutama di tengah konteks hidup yang dilatarbelakangi oleh perbedaan dan keanekaragaman. Jangan utak-atik Pancasila,” tandasnya.

--- Guche Montero

Komentar