Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INTERNASIONAL Gelar Pertemuan Historis Trump dan Jong-un, Singapura Kucurkan Rp 210 Miliar 11 Jun 2018 09:59

Article image
PM Singapura Lee Hsein Loong. (Foto: VOA Indonesia)
PM Hsein Loong mengungkapkan keyakinannya bahwa pertemuan bersejarah Tump dan Jong-un akan membawa hasil positif dan tidak sia-sia.

SINGAPURA, IndonesiaSatu.co -- Perdana Menteri Singapura Lee Hsein Loong menyatakan, negaranya siap menjadi tuan rumah bagi pertemuan bersejarah antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, Selasa (12/6/2018) besok.

Seperti dilansir Strait Times, Minggu (10/6/2018), Singapura menganggarkan dana sebesar US$ 15 juta atau sekitar Rp 210 miliar untuk pertemuan tersebut. Sekitar 50 persen dari jumlah itu dialokasikan untuk pengamanan para tamu negara.

PM Hsein Loong mengungkapkan keyakinannya bahwa pertemuan bersejarah Tump dan Jong-un akan membawa hasil positif dan tidak sia-sia.

"Dalam pandangan kami, pertemuan ini penting untuk diselenggarakan. Kami yakin, pertemuan  kedua pemimpin negara membawa hasil positif untuk mewujudkan perkembangan di level yang baru dan mendorong keamanan dan stabilitas di kawasan regional dan global," ujar Hsein Long.

Seperti diberitakan, Kim Jong-un dan rombongan tiba di Singapura terlebih dulu dengan menggunakan pesawat milik maskapai Air China, sebelum Presiden Trump mendarat dengan pesawat kepresiden AS Air Force One.

Pertemuan ini bersejarah karena merupakan yang pertama bagi seorang pemimpin Korut bertemu dengan presiden AS saat sama-sama masih menjabat.

Washington berharap pertemuan Trump dan Jong-un menjadi langkah awal untuk mengakhiri proyek senjata nuklir Korut.

Sementara itu, hingga saat ini belum terungkap target utama  dan hasil yang secara khusus ingin diperoleh Korut dari pertemuan dengan Trump.

Dalam dua tahun terakhir, hubungan Korut dan AS kerap terganggu oleh berbagai tindakan dan pernyataan provokatif kedua pemimpin negara.

 --- Rikard Mosa Dhae