Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

PERDAGANGAN Gelar SISCa 2017, Kemendag Dorong Songket “Go International” 29 Aug 2017 16:22

Article image
Kain songket dari Sumatera Barat (Foto: Ist)
Karnaval ini digelar oleh Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatra Barat, pada 25-27 Agustus 2017 dan diikuti 350 orang peserta.

SAWAHLUNTO, IndonesiaSatu.co -- Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) kembali mendukung penyelenggaraan “Sawahlunto International Songket Carnival (SISCa) 2017”, sebuah karnaval yang mengemas kain songket menjadi ragam produk fesyen bernilai kreatif dan inovatif.

Karnaval ini digelar oleh Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatra Barat, pada 25-27 Agustus 2017 dan diikuti 350 orang peserta. Tahun ini menandai dukungan Ditjen PEN yang ketiga kalinya untuk karnaval SISCa.

“Songket adalah warisan budaya yang tak ternilai. Di sisi lain, songket memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Untuk itu, kami mengharapkan songket tidak hanya sekadar dijadikan koleksi para pencintanya, tapi juga dapat diaplikasikan pada produk-produk bernilai tambah seperti fesyen dan dekorasi rumah. Dengan demikian, tingkat kesejahteraan para perajin songket dapat semakin ditingkatkan,” ujar Dirjen PEN Arlinda saat membuka karnaval.

Nilai ekspor produk fesyen menunjukkan tren pertumbuhan positif sebesar 10,48%, yaitu dari USD 11,28 miliar pada tahun 2012, menjadi USD 16,24 miliar hingga akhir tahun 2016. Sementara itu, selama bulan Januari-Juni 2017, transaksi ekspor fesyen yang sudah terbukukan sebesar USD 7,9 miliar. Negara tujuan ekspor produk-produk fesyen Indonesia adalah Amerika Serikat, Swiss, Jepang, Singapura, dan Jerman.

Kemendag melihat songket berpotensi dikembangkan untuk memiliki nilai tambah dan bisa mendapat tempat di pasar global. Untuk itu, pada tahun 2016 Ditjen PEN melaksanakan kegiatan Fasilitasi Pendampingan Desain (Designer Dispatch Service/DDS) di Kota Sawahlunto. Melalui program ini, pelaku usaha songket berkolaborasi dengan desainer produk yang difasilitasi Ditjen PEN untuk mengembangkan produk ekspor baru dengan songket sebagai unsur utamanya.

Hasilnya, songket ternyata tidak hanya berhasil dimanfaatkan dalam pembuatan produk fesyen,tetapi juga produk home decoration seperti kap lampu. Di ujung program DDS yang berlangsung selama kurang lebih enam bulan, produk-produk DDS Sawahlunto dipamerkan pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 di Jakarta bersama dengan 20 produk DDS lainnya dari 10 daerah di Indonesia.

“Berbagai dukungan yang kami berikan terkait perkembangan songket bertujuan untuk semakin memperkenalkan produk budaya ini secara luas di mata dunia. Lebih jauh lagi, kami juga mengharapkan agar songket bisa mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia, sebagaimana halnya batik,” imbuh Arlinda.

Karnaval SISCa dibuka bersama Kepala Badan Ekonomi Kreatif. Turut hadir membuka karnaval adalah Wakil Gubernur Sumatra Barat, Walikota Sawahlunto, serta Direktur Utama Lembaga Layanan Promosi Kementerian KUKM. Puncak acara ditandai dengan pemukulan gong secara bersama-sama diiringi alunan khas musik tradisional Minang.

 

--- Ernie Elu Wea

Komentar