Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

INTERNASIONAL Gempuran Aliansi Militer Saudi di Yaman Tewaskan 40 Orang 27 Dec 2017 10:49

Article image
Kondisi kota Saada, Yaman, setelah serangan aliansi Arab Saudi. (Foto: Die Zeit)
Berdasarkan catatan PBB, konflik bersenjata di Yaman telah menewaskan lebih dari 10 ribu orang, sebagian besarnya adalah warga sipil terutama wanita dan anak-anak.

SANAA, IndonesiaSatu.co Rangkaian serangan jet tempur koalisi pimpinan Arab Saudi diberitakan menghancurkan sebuah pasar yang tengah dipenuhi pengunjung di wilayah Taiz, Yaman bagian barat daya, Selasa (26/12/2017) siang waktu setempat.

Dikutip dari laman derstandard.at, Rabu (27/12/2017), serangan militer tersebut menewaskan sedikitnya  40 orang dan melukai ratusan orang lainnya.

Serangan itu menargetkan kelompok Houthi yang diketahui menembakkan rudal ke pusat pemerintahan Arab Saudi, enam hari lalu.

Masirah-TV, sebuah stasiun televisi lokal yang memiliki kedekatan dengan kelompok Houthi, menyiarkan gambar dari lokasi pemboman oleh jet-jet tempur. Sejumlah jenazah yang terbakar masih bergelimpangan tanpa diketahui identitasnya di lokasi tersebut.

Beberapa saksi mata mengatakan, gempuran jet tempur berlangsung pada jam sibuk ketika pasar dipenuhi orang-orang yang datang dari desa-desa di dekatnya.

Pada Senin lalu serangan jet tempur aliansi Arab Saudi juga menewaskan sebuah keluarga dengan sembilan anggota, termasuk lima anak saat rumah mereka hancur terkena bom. Total korban tewas akibat serangan Senin lalu mencapai 15 orang.

Aliansi militer pimpinan Arab Saudi terlibat dalam konflik Yaman sejak Maret 2015 untuk memberantas kelompok pemberontak Houthi.

Berdasarkan catatan PBB, konflik bersenjata di Yaman telah menewaskan lebih dari 10 ribu orang, sebagian besarnya adalah warga sipil terutama wanita dan anak-anak. PBB menyebutkan, kondisi di Yaman merupakan salah satu krisis kemanusiaan terparah saat ini.

--- Rikard Mosa Dhae