Breaking News

SASTRA Gerimis Petang Ini 12 Jun 2020 16:08

Article image
Ilustrasi gerimis. (Foto: IDN Times)

Oleh Valens Daki-Soo

 

Gerimis petang ini
Bagai air mata pertiwi
Mengalir hingga ke hati
Lalu aku bertanya diri:
Apa yang telah kaubuat bagi negeri
Kecuali hanya menyibak ranting-ranting kering
Atau melempar diksi ke cakrawala yang sepi

Gerimis petang ini
Menggoda ingatanku berlari
Pada masa silam yang sunyi
Kupeluk angin yang sepoi-sepoi
Hingga kubawa dalam mimpi
Bukan. Bukan tentang siluet bidadari
Tapi cuma deru ombak di bibir pantai
Kenangan itu pun datang dan pergi

Gerimis petang ini
Menyiram kuntum yang kembali bersemi
Dan geliat jiwa yang lama mati suri
Memang hidup tak boleh berhenti
Hanya karena hati tertusuk duri
Jiwamu kuat bila ditempa badai
Dan semangatmu menderu lagi
Menggedor bumi
Melangkah pasti bagai ksatria sejati
Kau kuat karena diuji dalam kobaran api

Gerimis petang ini
Datang meski musim hujan telah pergi
Begitulah langit mencumbui bumi
Seperti tanpa kata gelayut dua hati
Ya. Benar pikirmu. Seperti dua hati

Nangaroro, 12 Juni 2020

Tags:
Sastra

Komentar