Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

HUKUM Gerindra akan Gugat Pilgub Jabar 2018 09 Jul 2018 09:39

Article image
Pemenang Pilgub Jabar Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum. (Foto: Ist)
Partai berlogo kepala burung Garuda itu sedang menyiapkan data-data untuk mengajukan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi.

JAKARTA, IndonesiaSatu.coKPU Jawa Barat telah menyelesaikan perhitungan suara Pilgub Jabar 2018.

Berdasarkan hitungan diperoleh hasil sebagai berikut:

Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum: 7.226.254 suara (32,88 persen) 
Tb Hasanuddin-Anton Charliyan: 2.773.078 suara (12,62 persen)
Sudrajat-Ahmad Syaikhu: 6.317.465 suara (28,74 persen)
Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 5.663.198 suara (25,77 persen)

Suara sah: 21.979.995
Suara tidak sah: 744.338
Total suara: 22.724.333 pemilih

Dengan demikian, Pilgub Jabar 2018 dimenangkan oleh Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Menanggapi hasil akhir dari KPU itu, Partai Gerindra masih belum mau mengakui kekalahan. Partai berlogo kepala burung Garuda itu sedang menyiapkan data-data untuk mengajukan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi.

"Saya menyarankan untuk mengajukan PHPU ke MK, karena saya pribadi dari Bandung memberikan data-data persoalan hukum terkait Pilgub Jabar, tapi kan saya baru mengumpulkan, kalau diterima kita siap. Khusus untuk Jabar," ujar Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Gerindra Habiburokhman saat dihubungi detikcom, Minggu (8/7/2018) malam.

Upaya mengajukan keberatan ke MK karena Pilgub Jabar dinilai banyak kejanggalan. Gerindra, kata Habiburokhman juga ingin membongkar data sejumlah lembaga survei.

"Jadikan banyak yang menjadi persoalan di Jawa Barat itu, kita juga kan mau membongkar survei itu, apakah benar tudingan survei itu bagian pengkondisian, bahwa seolah-olah Ajat-Syaikhu terlalu jauh, padahal faktanya jauh dari kenyataan,sehingga kalau kalah sebagai kewajaran, harusnya nomor tiga. Itu yang ingin kita bongkar juga," paparnya.

Gerindra juga mencium adanya kejahatan pemilu di Pilgub Jabar yang melibatkan lembaga survei. Namun, hal itu perlu dibuktikan dengan data-data yang saat ini sedang dikumpulkan.

"Bahwa bukan tidak mungkin ada kejahatan pemilu yang melibatkan lembaga survei. Kita tak menuduh, tapi kita mau cari faktanya nanti," paparnya.

Sebelumnya, Ketum Gerindra Prabowo Subianto juga mengatakan pihaknya akan menelusuri dugaan kecurangan pada pilkada serentak, termasuk di Pilgub Jabar. Dari hasil real count internal, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu menurut Prabowo memenangi Pilgub Jabar. 

"Untuk Jawa Barat ada langkah-langkah yang dilaporkan kepada saya, bahwa indikasi penyimpangan, indikasi daftar pemilih tidak jelas sedang kita teliti semua. Menurut real count kami, kami yang menang di Jawa Barat, real count kami dan itu juga kita selidiki (dugaan penyimpangan, red) namun bertekad untuk menghadapi hal ini dengan kesejukan dengan ketenangan tapi ketegasan," ujar Prabowo kepada wartawan di kediamannya, Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (7/7/2018). 

Pernyataan ini disampaikan Prabowo usai bertemu cagub Jabar Sudrajat. 

--- Redem Kono

Komentar