Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

TRADISI GMKI Surabaya Ngabuburit dan Buka Bersama Anak Yatim 30 Jun 2016 23:07

Article image
Ilustrasi Buka Bersama Anak Yatim. (Foto: Ist)
Dalam kegiatan ini, GMKI mencoba menumbuhkan spirit nasionalisme dan pengayaan nilai-nilai Pancasila.

SURABAYA, IndonesiaSatu.co -- Mahasiswa kerap diidentikkan dengan jalanan. Terutama sekali dihubung-hubungkan dengan anarkisme yang menghambat aktivitas warga, kala melakukan demonstrasi. Pandangan ini sebenarnya tak sepenuhnya benar, namun menyebar karena seringkali dijadikan sebagai content berita oleh berbagai media massa. Sebenarnya, masih ada begitu banyak hal yang riil yang dibuat oleh berbagai kelompok mahasiswa.

Di Surabaya misalnya, pemuda dan mahasiswa dari organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Surabaya, menggelar acara buka puasa bersama anak-anak panti Asuhan Arif Rahman Hakim, di Student Center GMKI Jl. Tegalsari no.62, Surabaya.

Ketua GMKI Surabaya Daniel Rajagukguk seolah menepis semua anggapan minor itu. Menurutnya, gerakan mahasiswa adalah sebuah keniscayaan di tengah pluralitas Indonesia. Saling menghargai dan toleransi adalah kunci bagi keberlangsungan hidup bersama. Baik bagi Indonesia secara umum, maupun untuk Surabaya pada khususnya.

”Kegiatan yang dihelat pada awal pekan ini dalam rangka menghargai momentum bulan puasa dan sebagai bentuk toleransi antar umat beragama ditengah-tengah kota Surabaya,” ujar Daniel kepada IndonesiaSatu.co, Rabu (29/06).

Dalam kegiatan ini, GMKI mencoba menumbuhkan spirit nasionalisme dan pengayaan nilai-nilai Pancasila. Bersama anak-anak yatim, mereka menunggu waktu berbuka puasa sambil mengadakan acara kuis berhadiah. Anak-anak panti diajak larut dalam kegembiraan yang kreatif, sambil diuji dalam mengucapkan Pancasila dan Lagu Indonesia Raya. Dengan hadiah sebagai pancingan, sekaligus melatih suasana kompetitif. Lagu Indonesia Raya sendiri akhirnya dinyanyikan kembali secara bersama-sama di ujung acara.

“Sejak dini kita harus menanamkan nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme kepada anak-anak bangsa, karena merekalah generasi penerus bangsa ini,” imbuh Daniel, Mahasiswa PascaSarjana ITS tersebut.

Acara yang berlangsung selama dua jam tersebut juga dihadiri oleh kelompok gerakan mahasiswa seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Turut pula hadir pimpinan wilayah seperti Ketua RW 02 kelurahan Kedungdoro Surabaya Soepardji dan pimpinan Kodim 0832 Danramil Mahfud.

“GMKI Surabaya bersama teman-teman organisasi mahasiswa lainnya di Surabaya harus menjadi pelopor toleransi di Kota Surabaya dalam mewujudkan toleransi dan keutuhan bangsa”, pungkas Daniel.

Sementara itu, Danramil Mahfudmenyatakan organisasi mahasiswa di Surabaya harus mampu menggandeng masyarakat dan menjadi tiang-tiang nasionalisme demi terjaganya kerukunan dalam perbedaan di Kota Surabaya.

Senada dengan Mahfud, Ketua RW Soepardji yang juga merupakan tokoh masyarakat setempat sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan GMKI cabang Surabaya tersebut. Dirinya berharap rasa persaudaraan itu terus bertumbuh di tengah-tengah masyarakat demi terwujudnya kerukunan antar warga Kota Surabaya yang beraneka.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan ini betul-betul menumbuhkan rasa persaudaraan yang menghidupkan sesuai dengan tema kegiatan ini”, tegas Soepardi.

-- Hancel Goru Dolu

Komentar