Breaking News

HUKUM Gories Mere dan Karni Ilyas Tidak Ada Hubungan Dengan Masalah Tanah Pemda Mabar 02 Dec 2020 09:51

Article image
Kuasa Hukum H. Adam Djudje, Gabriel Mahal, SH. (Foto: ist)
Menurut Gabriel Mahal, jika pemanggilan sebagai saksi tersebut dikaitkan dengan pembelian bidang tanah seluas 4000 m2 pada tahun 2017 dari para ahli waris Abdullah Tengku Daeng Malewa, ditegaskannya pembelian tersebut telah dibatalkan pada tahun 2018.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Terkait dengan berita pemanggilan Karni Ilyas dan Gories Mere oleh Kejaksaan Tinggi NTT untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam masalah tanah Pemda Manggarai Barat, Kuasa Hukum H. Adam Djudje, Gabriel Mahal, memastikan tidak ada kaitannya dengan H. Adam Djudje yang mengklaim memiliki hak atas tanah di Toroh Lemma Batu Kalo yang juga diklaim sebagai tanah Pemda itu.

"Sama sekali tidak ada hubungannya dengan H. Adam Djudje yang mengklaim punya hak milik di tanah Toroh Lemma Batu Kalo itu. H.Adam Djudje tidak pernah menjual tanah di Toroh Lemma Bato Kalo itu kepada Pak Gories Mere dan Pak Karni Ilyas,” kata Gabriel Mahal. 

Menurut Gabriel Mahal, jika pemanggilan sebagai saksi tersebut dikaitkan dengan pembelian bidang tanah seluas 4000 m2 pada tahun 2017 dari para ahli waris Abdullah Tengku Daeng Malewa, ditegaskannya pembelian tersebut telah dibatalkan pada tahun 2018.

“Saya juga membeli sebidang tanah dari para ahli waris Abdullah Tengku Daeng Malewa di tahun 2017 bersama dengan Pak Karni Ilyas dan Pak Gories Mere. Tetapi karena tak kunjung terbit sertifikat hak miliknya sampai tahun 2018, kami membatalkan pembelian tanah tersebut. Sehingga bidang tersebut kembali kepada para ahli waris. Kemudian saya dapat informasi tanah tersebut dijual oleh para ahli waris Abdullah Tengku Daeng Malewa kepada Pak David. Jadi, berdasarkan fakta-fakta itu saya tidak melihat adanya relevansi pemanggilan Pak Karni Ilyas dan Pak Gories Mere sebagai saksi dalam masalah tanah Pemda Mabar yang diduga ada tindak pidana korupsi aset tanah Pemda Manggarai Barat tersebut,” ungkap Gabriel Mahal.

Mengenai pemeriksaan terhadap Karni Ilyas dan Gories Mere sebagai saksi  yang menurut berita sejumlah media (Selasa, 1/12/2020) direncanakan pada hari Rabu, 2 Desember 2020 di Kejati Kupang, Gabriel Mahal nyatakan hal itu sebagai kesalahan informasi.

“Tidak ada pemeriksaan Pak Karni Ilyas dan Pak Gories Mere sebagai saksi di Kupang pada hari Rabu ini. Sebagai warga negara yang taat hukum, apapun alasan pemanggilan tersebut, Pak Karni Ilyas dan Pak Gories Mere tetap penuhi panggilan sebagai saksi tersebut. Tetapi karena kondisi Covid-19, apalagi Kupang dinyatakan sebagai zona hitam, beliau-beliau ini minta untuk diperiksa sebagai saksi di Jakarta, dan hal itu telah disetujui oleh Kejati NTT,” jelas Gabriel Mahal.

--- Simon Leya

Komentar