Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

MAKRO Gubernur BI: Depresiasi Rupiah Akibat Sentimen Kebijakan AS 29 Sep 2017 19:00

Article image
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo (Foto: Ist)
Menurutnya Gubernur BI, sentimen eksternal dari terdepresiasinya Rupiah terkait dengan sikap Presiden AS, Donald Trump yang mendapatkan dukungan dari Partai Republik.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Gubernur Bank Indonesia (BI) menegaskan, tren depresiasi rupiah terhadap dollar AS lebih dipengaruhi sentimen positif dari kebijakan pemerintah dan otoritas moneter AS, tekait reformasi perpajakan dan suku bunga The Fed.

"Soal (depresiasi) rupiah,  kami sama-sama mengikuti. Mungkin selama empat hari ini agak tertekan yang kondisinya lebih (dipengaruhi) karena eksternal," kata Gubernur BI, Agus Martowardojo di Jakarta, Jumat (29/9/2017).

Menurutnya, sentimen eksternal itu utamanya terkait sikap Presiden AS, Donald Trump yang mendapatkan dukungan dari Partai Republik.

"Ada dukungan Republik pada pembahasan reformasi perpajakan. Tentu kalau tax rate untuk individu dan korporasi turun dari 30 persen ke 20 persen akan membawa hal posirif bagi AS," ujarnya.

Selain itu,kondisi positif di AS juga tercermin dari langkah pemerintah yang mengoreksi angka pertumbuhan ekonomi AS, sehingga publik melihatnya sebagai informasi positif.

"Kami juga melihat statement dari Chair Woman The Fed yang nadanya hawkish," ujar Agus Marto.

Ia menegaskan, BI sudah memahami bahwa The Fed memiliki rencana untuk menaikkan Fed funds rate pada Desember 2017.

"Kami juga mendengar pada september kemarin mengenai penurunan neraca The Fed," imbuhnya.

Dengan demikian, tambahnya, perbaikan ekonomi AS dan adanya dukungan kebijakan Trump mengenai  reformasi perpajakan akan mendorong penguatan indeks dollar AS, sehingga berpotensi melemahkan mata uang lainnya.

"Jadi, mata uang ruoiah tertekan itu seperti mata uang negaa lain di regipnal," pungkas Agus Marto

--- Ernie Elu Wea

Komentar