Breaking News
  • Indonesia-Australia jajaki tarif 0 persen untuk tiga komoditas
  • Kemendag amankan minuman beralkohol tanpa izin impor
  • Laos tertarik alutsista dan pupuk Indonesia
  • OJK: Masyarakat banyak belum paham fungsi produk jasa keuangan

HANKAM Gubernur Lemhannas Puji Program “Emas Biru” dan “Emas Hijau” Mayjen Doni Monardo 13 Oct 2017 11:18

Article image
Satgas Pamrahwan Yonif Raider 515 Kostrad menanam pohon, Rabu (4/10/2017 di Kotis Wayheru, Ambon, sesuai program Emas Hijau dari Pangdam XVI Patimura Mayjenl TNI Doni Monardo. (Foto: Jakartagreater.com)
Apresiasi diberikan kepada Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo atas keberhasilannya dalam menjaga kondusifitas wilayah dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan yang diimplementasikan melalui program Emas Biru dan Emas Hijau.

AMBON, IndonesiaSatu.co -- Gubernur Lemhannas RI Letjen (Purn) Agus Widjoyo menilai program unggulan Emas Biru dan Emas Hijau dari Kodam XVI/Pattimura memiliki nilai positif dan berdampak besar serta membantu pemerintah daerah dan kiranya menjadi percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia.

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Lemhannas dalam gelar acara tamah bersama para Peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI Tahun 2017 Lemhannas RI yang bertempat di Kediaman Pangdam XVI/Pattimura Air Salobar, Ambon, Selasa (10/10/2017).

Acara ramah tamah tersebut dihadiri Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo, Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Drs Daniel Pasaribu, Wali Kota Ambon Richard Louhenapesy beserta para undangan lainnya baik instansi pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda maupun media.

Apresiasi terhadap program Emas Biru dan Emas Hijau tersebut juga disuarakan oleh Ustadz Arsal Tuasikal (MUI), Pejabat Raja Hitulama, mantan Komandan Laskar Djihad Jumu Tuani, mantan Sekjen FKM RMS Moses Tuanakotta, Raja Haria, Ketua Badko HMI Maluku, Maluku Utara Adit Sella dan Amrullah Usemahu (Tim Emas Biru Pattimura).

Semua tokoh yang hadir memberikan apresiasi kepada Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo atas keberhasilannya dalam menjaga kondusivitas wilayah dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan yang diimplementasikan melalui program Emas Biru dan Emas Hijau. 

Mereka menilai Mayjen Doni Monardo yang pernah menjadi Danjen Kopassus telah meningkatkan kesadaran dan kepercayaan  masyarakat yang tinggi terhadap TNI. Selain itu pola komunikasi verbal yang dibangun dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan tanggung jawab sebagai salah satu petinggi militer di Maluku sangat terlihat humanis dan merakyat tanpa memandang strata sosial. 

Masyarakat menaruh harapan besar agar kiranya semua program yang lagi digalakkan tersebut terus dilanjutkan sebagai upaya peningkatan kualitas kehidupan, lapangan pekerjaan dan kesejahteraan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Lemhanas Letjen (Purn)  Agus Widjoyo saat memberikan arahan terakhir dalam acara ramah tersebut berharap kiranya kondisi Maluku dan Maluku Utara yang semakin kondusif ini harus dijaga dengan baik oleh seluruh elemen masyarakat. Selain itu masyarakat diminta agar terus melaksanakan program Kodam Pattimura tersebut untuk masa depan Maluku.

“Jangan tergantung dari figur pimpinan Kodam saat ini. Sebagai abdi negara Pak Doni bisa pindah kapan saja ke daerah lain sesuai perintah penugasan, tetapi program yang telah berjalan baik tersebut harus terus dilanjutkan untuk kesejahteraan masyarakat,” pesan Letjen Agus.

Adapun program Emas Biru merupakan kegiatan Kodam dalam meningkatkan hasil kelautan. Sedangkan Emas Hijau merupakan kegiatan untuk meningkatkan hasil pertanian, kehutanan, peternakan dan melaksanakan budidaya.

Sejak hari pertama bertugas di Maluku lebih dari setahun lalu, Mayjen Doni fokus pada kegiatan yang mendekatkan TNI dengan masyarakat lewat kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan. Doni mengubah pendekatan TNI kepada masyarakat yang lebih mengarah kepada prosperity approach (pendekatan kesejahteraan) ketimbang security approach (pendekatan keamanan) sebagai upaya untuk membantu kesulitan rakyat di sekelilingnya.

Lebih jelas lagi, program Emas Biru dan Emas Hijau adalah salah satu implementasi politik kesejahteraan yang digagas sang jenderal untuk membantu pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat. Jika masyarakat itu bekerja dan pendapatan hidupnya meningkat pasti akan mengurangi tingkat kesenjangan sosial antar negeri atau desa yang akan berujung pada konflik horizontal.

Karena itu, program “Emas Biru” dan “Emas Hijau” di Negeri 1.000 Pulau itu telah diapresiasi banyak kalangan, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam kunjungannya ke Ambon, usai menghadiri Acara Puncak Hari Pers Nasional (HPN), beberapa waktu lalu, Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Jokowi berkesempatan meninjau keramba jaring apung di Weiharu, salah satu buah pendekatan kesejahteraan yang diinisiasi Doni Monardo sekitar 10 KM dari Kota Ambon.

Tidak hanya menonton dari jauh, didampingi Pangdam Pattimura Doni Monardo, Jokowi langsung menuju jaring apung bersama beberapa anggota kabinet. Tampak mendampingi Jokowi, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani serta Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Gubernur Maluku Said Assagaff.

"Bapak Presiden tampak senang dengan program jaring apung ini. Bahkan Bapak Presiden sendiri langsung naik ke lokasi jaring apung untuk menyaksikan sendiri kegiatan pemberdayaan petani dan nelayan yang diinisasi Pangdam XVI/ Pattimura,” jelas Kapendam Pattimura Kolonel Hasyim kepada IndonesiaSatu.co, 20 Februari 2017.

--- Redem Kono

Komentar