Breaking News

INTERNASIONAL Gubernur Rio de Janeiro Usulkan Penggunaan Rudal untuk Ledakkan Pelaku Kriminal 17 Jun 2019 13:24

Article image
Gubernur Rio de Janeiro, Wilson Witzel. (Foto: RioOnWatch)
Witzel mengatakan bahwa warga Rio de Janeiro hidup dalam sebuah “kondisi terorisme” karena kekerasan yang terjadi di kota itu.

RIO DE JANEIRO – Tingkat kejahatan di kota Rio de Janeiro, Brasil tampaknya sudah keterlaluan. Hal ini yang mendorong Gubernur Rio de Janeiro, Wilson Witzel mencari solusi ekstrim untuk mengatasinya. Tak tanggung-tanggung, Witzel menyarankan penggunaan “rudal” untuk meledakkan para pelaku kriminal di wilayah kumuh paling brutal di salah satu kota terpadat di Brasil.

Dalam komentar yang disiarkan oleh RJTV pada Jumat, 14 Juni, Witzel mengatakan bahwa warga Rio de Janeiro hidup dalam sebuah “kondisi terorisme” karena kekerasan yang terjadi di kota itu. Rio de Janeiro tercatat memiliki jumlah tertinggi kasus pembunuhan polisi dalam tiga bulan pertama masa jabatan Witzel.

"Jika disetujui oleh PBB, di bagian lain dunia, kita akan memiliki otorisasi untuk mengirim rudal ke sana untuk meledakkan orang-orang itu," kata Witzel sebagaimana dikutip okezone.com dari Channel News Asia, Senin (17/6/2019). Dia merujuk pada favela City of Go, Rio de Janeiro yang dikenal dengan kekerasannya seperti yang ditampilkan dalam film populer dengan nama yang sama pada 2002.

Komentar Witzel itu disampaikan menyusul terjadinya tembak menembak yang sengit antara polisi dan gangster di favela itu pada Rabu. Insiden itu menewaskan sedikitnya satu orang.

"Polisi kami tidak ingin membunuh, tetapi kami tidak ingin melihat adegan-adegan seperti yang kami saksikan di City of God," kata Witzel dalam sebuah acara di Kotamadya Nova Iguacu dekat Rio.

Presiden Komisi Hak Asasi Manusia Dewan Legislatif Rio, Renata Souza mengutuk pernyataan Witzel tersebut. Dia mengatakan bahwa pernyataan itu "mengungkapkan mentalitas yang otoriter dan keras."

Dikutip harian Folha de Sao Paulo, Souza mengatakan bahwa pernyataan itu menunjukkan "prasangka dan penghinaan Witzel bagi kehidupan orang miskin yang tinggal di favela."

Data resmi mencatat bahwa dalam tiga bulan pertama tahun ini, tercatat 434 orang tewas selama "intervensi polisi". Jumlah itu meningkat 17,9 persen dari periode yang sama pada 2018.

Angka itu adalah jumlah tertinggi dalam satu caturwulan sejak Institut Keselamatan Publik Brasil mulai melakukan pencatatan pembunuhan terkait polisi 21 tahun yang lalu.

--- Simon Leya

Komentar