Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

PENDIDIKAN Guru Honor di NTT Hanya Dihargai Rp 300.000 Per Bulan 28 Sep 2018 11:12

Article image
Demo para guru honorer di Gedung DPR RI beberapa waktu lalu. (Foto: Viva)
Anggota Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur Jimmy Sianto Ia mengatakan honor para guru yang hanya berkisar antara Rp 300.000 – Rp 500.000/bulan berbanding terbalik dengan UMP yang diterapkan pemerintah untuk NTT tahun 2018 sebesar Rp 1.660.000/bulan.

KUPANG, IndonesiaStau.co – Honor yang diterima guru honorer di Nusa Tenggara Timur (NTT) boleh dibilang sangat tidak layak. Bagaimana tidak? Hasil keringat mereka hanya dihargai antara Rp 300.000 – Rp 500.000/bulan atau masih di bawah upah minimum provinsi (UMP) Nusa Tenggara Timur sebesar Rp 1.660.000/bulan.

Demikian dikatakan anggota Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur Jimmy Sianto di Kupang, Kamis (27/9/2018).

"Honor dengan jumlah seperti ini, sangat tidak layak untuk kondisi perekonomian kita yang terus berkembang saat ini," kata Jimmy Sianto seperti dikutip Antara, Kamis (27/9/2018).

Sianto mengatakan ini untuk merespon maraknya permintaan dari sejumlah pegawai honorer khususnya para guru untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Ia mengatakan UMP yang diterapkan pemerintah untuk NTT tahun 2018 sebesar Rp 1.660.000/bulan. Hal itu berbanding terbalik dengan honor para guru yang hanya berkisar antara Rp 300.000 – Rp 500.000/bulan.

"Oleh karena itu, kami berharap agar pemerintah bisa menyesuaikan gaji guru honorer tersebut sesuai dengan UMP saat ini agar bisa sama rata," ujar politisi dari Partai Hanura itu.

Jimmy juga berjanji akan memperjuangkan hak-hak guru dan pegawai honorer lainnya, seperti tunjangan kesejahteraan (kesra) pada 2019 agar ada keseimbangan dengan pegawai tetap.

Menurut dia, masalah gaji guru honorer ini sering menjadi masalah, karena nilai yang diterima amat sangat kecil di bawah UMP NTT yang ditetapkan pemerintah. Bahkan, ada beberapa guru di luar kota Kupang hanya menerima Rp 50.000 – Rp 100.000/bulan.

Kondisi ini, kemudian mendorong para guru melakukan aksi unjuk rasa di DPRD NTT beberapa waktu lalu, karena tidak diakomodir dalam formasi CPNS 2018 yang dibutuhkan sekitar 934 guru.

--- Simon Leya

Komentar