Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

NASIONAL Gus Sholah: Saya Bingung Prabowo Lanjutkan Hoax Ratna Sarumpaet 08 Oct 2018 06:11

Article image
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Sholahudin Wahid. (Foto: Ist)
Gus Sholah mengaku tidak percaya begitu saja dengan kejadian yang menyebut Ratna dipukul oleh orang, sehingga wajahnya sampai bengkak.

JOMBANG, IndonesiaSatu.co -- Belajar dari kasus Ratna Sarumpaet, masyarakat dianjurkan menyaring informasi yang diterima demi mencegah tersebarnya berita hoaks. Berita-berita semacam itu berpotensi membuat kegaduhan publik.

Hal ini disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Sholahudin Wahid, Minggu (7/10/2018).

"Belajar dari peristiwa Ratna Sarumpaet untuk tidak kita terima begitu saja informasi yang diterima dan tidak disebarkan," ajaknya. 

Gus Sholah juga mengaku tidak percaya begitu saja dengan kejadian yang menyebut Ratna dipukul oleh orang, sehingga wajahnya sampai bengkak. Terlebih lagi, ada informasi dari dokter yang ternyata juga meragukan bengkak di wajah Ratna karena dipukul.

"Kan ada informasi lain dari dokter yang meragukan bahwa itu dipukul, karena terlalu simetris. Ada juga surat dari Kapolda Jawa Barat yang mengatakan tidak ada pasien bernama Ratna Sarumpaet ke rumah sakit, jadi mulai timbul tanda tanya ada apa ini? Saya juga sudah dengar dari Kapolda yang meragukan itu, yang saya bingung Pak Prabowo mengungkapkan itu (Ratna dipukul)," ungkap Gus Sholah, sapaan akrab KH Sholahudin Wahid tersebut.

Ia juga berharap, polisi bertindak tegas dan segera menindaklanjuti jika ada informasi hoaks. Gus Solah tidak ingin kejadian seperti kebohongan yang pernah dikatakan oleh Ratna Surampaet bisa terjadi lagi.

"Secara hukum polisi sudah punya pegangan, bukti dan lain-lain, kemudian diselidiki. Kalau perlu ya ditindaklanjuti," tegasnya.

Polisi secara resmi telah menahan Ratna Sarumpaet terkait kasus hoaks penganiayaan. Penahanan tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan subjektivitas penyidik. Ia ditahan untuk mempertanggungjawabkan kebohongan atau hoaks yang telah ia buat, yang sempat menimbulkan keresahan dan kegaduhan publik.

Sebelum ditahan, Ratna ditangkap di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, ketika akan menuju Cile, Amerika Selatan. Rencananya, ia akan menghadiri acara "The 11th Women Playrights International Conference 2018" di Santiago, Cile.

Setelah ditangkap pada Kamis (4/10/2018), Ratna dibawa ke Polda Metro Jaya dan dilakukan pemeriksaan. Petugas kemudian juga melakukan penggeledahan di rumah Ratna dan menyita sejumlah barang bukti, misalnya komputer jinjing, buku agenda, ada flashdisk, hingga baju yang digunakan.

Kepergian Ratna ke Chile ternyata tidak menggunakan biaya sendiri, melainkan disponsori oleh Pemprov DKI Jakarta. Jumlah uang yang diberikan sangat besar Rp 70 juta. Ratna ditetapkan sebagai tersangka dengan dijerat Pasal 14 UU 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan UU ITE Pasal 28 juncto Pasal 45. Dia terancam hukuman 10 tahun penjara.

Hingga kini, polisi masih terus mendalami kasus tersebut. Ia ditahan untuk 20 hari ke depan, dengan alasan karena penyidik khawatir Ratna melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

--- Redem Kono

Komentar