Breaking News

REGIONAL Hadapi Krisis Ekonomi di Tengah Covid, Bupati Sikka Dorong Gerakan Masuk Kebun 15 Sep 2020 17:11

Article image
Bupati Sikka, Robi Idong, saat memberi arahan saat bertemu Kelompok Tani di Dusun Baolokan, Desa Koting A, Kecamatan Koting, Sikka. (Foto: maumerenews.com)
Bupati Robi juga mengaku Pemerintah Kabupaten Sikka sedang giat menggerakkan para petani untuk tanam di musim kemarau dengan pola irigasi tetes.

MAUMERE, IndonesiaSatu.co-- Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengatakan bahwa di tengah Pandemi Covid-19 yang menyebabkan krisis ekonomi dunia, maka salah satu solusi cepat dan tepat yakni melalui gerakan masuk kebun untuk menanam sebanyak-banyaknya.

"Kita berada di daerah katulistiwa dengan sumber daya alam yang sangat mendukung, memiliki potensi besar untuk pengembangan bidang pertanian, baik lahan kering maupun lahan basah," kata Bupati Sikka dalam arahannya saat bertemu Kelompok Tani di Dusun Baolokan, Desa Koting A, Kecamatan Koting, Jumat, (11/9/2020), seperti dilansir Maumerenews.com.

Lebih lanjut, Bupati yang akrab disapa Robi Idong ini menegaskan bahwa sudah saatnya kita harus memotivasi diri untuk masuk kebun dan tanam semua jenis tanaman; baik itu ubi, pisang, jagung, padi, sayur-sayuran dan berbagai jenis tanaman apapun untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan untuk dijual.

Bupati Robi juga mengaku Pemerintah Kabupaten Sikka sedang giat menggerakkan para petani untuk menanam di musim kemarau dengan pola irigasi tetes.

"Irigasi tetes ini sangat cocok untuk kita yang berada di daerah yang kekurangan air, karena dengan memanfaatkan air yang sedikit mampu mengaliri areal yang besar," katanya.

Gerakan masuk dan gerakan menanam di musim kemarau rupanya mendapatkan respon yang baik dari Kementerian Pertanian RI.

"Beberapa waktu lalu tim dari Kementerian Pertanian datang menemui saya dan memberikan angin segar untuk kita di Kabupaten Sikka, karena program satu musim dengan tiga kali tanam dari Kementerian Pertanian melakukan intervensi kegiatannya di Kabupaten Sikka," terannya.

Dijelaskan bahwa lokasi program ini akan berpusat di 6 Desa di Kecamatan Kangae, dan Kecamatan Kangae sebagai pilot project untuk program Kementan satu musim tiga kali tanam ini.

--- Guche Montero

Komentar