Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

POLITIK Hadapi Pilkada dan Pemilu, KPU Minta Dukungan Pemerintah 15 Nov 2017 00:59

Article image
Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat di Jakarta (Foto: Ist)
"Selain anggaran pembiayaan juga menyangkut sosialiasi. Target KPU yakni sosialisasi berbasis keluarga, sehingga bukan hanya anggaran besar yang dibutuhkan melainkan tenaga pendukung di daerah," ujar ketua KPU, Arief Budiman.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta dukungan pemerintah pusat guna menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2018 dan Pemilihan umum (pemilu) nasional tahun 2019 mendatang .

Permintaan bantuan itu disampaikan Ketua KPU, Arief Budiman saat bertemu Menteri Sekretaris Negara, Pratikno di Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa (14/11/17).

Dalam pertemuan tersebut, Arief mengaku sudah menyampaikan masalah keterbatasan anggaran terkait pelaksanaan pilkada 2018 dan pemilu 2019. Menurutnya, kekurangan dan keterbatasan anggaran karena KPU harus membiayai pengadaan alat peraga kampanye (APK) serta pembiayaan pembuatan kotak suara transparan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

"Selain anggaran pembiayaan juga menyangkut sosialiasi. Target KPU yakni sosialisasi berbasis keluarga, sehingga bukan hanya anggaran besar yang dibutuhkan melainkan tenaga pendukung di daerah," ujar Arief kepada wartawan.

Arief menuturkan bahwa KPU juga menyampaikan pesan melalui Pratikno agar dapat bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Menanggapi pertemuan tersebut, Pratikno mengatakan bahwa pemerintah siap membantu masalah anggaran dan sosialisasi pemilu 2019. Pratikno juga disebut menerima usul bantuan pembangunan gedung bagi KPU di daerah.

--- Guche Montero

Komentar