Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

REGIONAL Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila di Ende, Mendagri: Bung Karno Menggali Pancasila dari Kota Ende 02 Jun 2018 00:03

Article image
Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo (tengah) saat menghadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila di Ende (Foto: Che)
"Bung Karno menggali Pancasila diawali dari Kota Ende. Di bawah pohon sukun, Bung Karno merenung dan menemukan buah pemikiran tentang butir-butir Pancasila. Bung Karno menggali Nusantara dan menjadi bagian dari inspirasi secara nasional " ungkap Mendagri

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa Kota Ende di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur ( NTT), menjadi tempat bersejarah. Ia menyebut, di tempat ini, Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, menggali Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.

"Bung Karno menggali Pancasila diawali dari Kota Ende. Di bawah pohon sukun, Bung Karno merenung dan menemukan buah pemikiran tentang butir-butir Pancasila. Bung Karno menggali Nusantara dan menjadi bagian dari inspirasi secara nasional " ucap Kumolo di sela-sela acara Festival Parade Pesona Kebangsaan di Lapangan Pancasila, Ende, Kamis (31/5/18) malam Wita.

Ia menerangkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni.

“Keppres itu dibuat untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia tentang hari bersejarah itu. Makanya, langkah Presiden Jokowi mengeluarkan Keppres akan membuat semua orang tahu, dari mana lahirnya dasar negara Indonesia itu. Sehingga setiap orang berpikir, Bung Karno menggali Pancasila diawali dari kota Ende,” ujarnya.

Terkait dengan pentas budaya, Tjahjo mengingatkan bahwa perlu adanya pesta budaya untuk mengetahui keberagaman. Ia pun menyinggung soal sikap toleransi antar umat beragama di Ende yang sudah dirawat dan dijaga sejak zaman nenek moyang.

“Sebagai bagian dari bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), perlu ada pesta budaya, agar bisa tahu keragaman budaya. Apalagi di Ende antar-agama sudah saling membaur dan bergotong royong, sehingga perlu dilestarikan. Nilai gotong royong dan musyawarah harus digali. Ini betul-betul harus dilestarikan, siapa pun yang menjadi Bupati, siapa pun yang menjadi Gubernur, bahwa di sini ada nilai budayanya, ada nilai pariwisatanya,” tegas Mendagri.

Dijadwalkan, Menteri Tjahjo Kumolo akan memimpin upacara hari lahirnya Pancasila di Lapangan Pancasila Ende, Jumat (1/6/18) dan dilanjutkan dengan kegiatan penyerahan KTP Elektronik secara simbolis oleh Mendagri kepada tujuh perwakilan masyarakat Ende yang lahir pada 1 Juni. Kemudian, Tjahjo Kumolo beserta rombongan akan meninjau tempat perenungan Bung Karno dan rumah pengasingan Bung Karno. Selain itu ada penyerahkan alat-sekolah oleh Mendagri dan ibu Erni Guntarti Tjahjo Kumolo selaku Ketua Umum TP PKK dan selanjutnya penandatanganan Prasasti Peresmian Patung Bung Karno.

--- Guche Montero

Komentar