Breaking News

MEGAPOLITAN Hal MRT, Indonesia Tertinggal 150 Tahun dari Inggris 21 Feb 2019 13:31

Article image
Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta siap beroperasi. (Foto: Alinea.ID)
MRT itu dibangun di Jepang sudah 80 tahun. Di bangun di Inggris sudah lebih 150 tahun.

PADANG, IndonesiaSatu.co – Ketika dimulai beberapa tahun lalu, banyak politisi yang menyindir bahwa pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) hanya akan menambah utang dan kurang ada manfaatnya. Katanya, lebih baik uang triliunan rupiah itu digunakan untuk mengentaskan kemiskinan.

Namun Joko Widodo yang kala itu baru dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta tidak ambil pusing. Proyek yang sudah direncanakan selama 25 tahun itu akhirnya mulai juga. Menurut Jokowi, bila proyek tersebut terus ditunda, maka akan makin sulit pembebasan lahan yang terus merangkak naik harganya.

Kalau saja tidak dieksekusi oleh Jokowi, mungkin Indonesia akan selamanya akan tertinggal dalam sektor transportasi jenis MRT. Pasalnya, negara-negara lain sudah puluhan bahkan lebih dari 100 tahun lalu telah memiliki MRT untuk mengurai kemacetan kota.

Hal ini dipertegas oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika membandingkan pembangunan MRT di Indonesia dengan negara lain. Ia mengatakan, Indonesia ketinggalan jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang telah membangun MRT lebih dulu.

"Kita banyak ketinggalan, karena itu banyak kemajuan yang harus kita majukan. Kemarin sama-sama saya bersama Gubernur DKI mencoba MRT. MRT itu dibangun di Jepang sudah 80 tahun. Di bangun di Inggris sudah lebih 150 tahun," ujar seperti dikutip dari kompas.com (21/2/2019)

"Dibangun di Moskow sudah lebih dari 100 tahun. Dibangun di India 10 tahun yang lalu sudah mencapai 300 kilometer. Kita baru 16 kilometer (di Jakarta) kita bangga luar biasa," ujar Kalla ketika berbicara dalam (RakernasAsosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Padang, Sumatera Barat, Kamis (21/2/2019).

Karena itu, kata Kalla, Indonesia perlu menargetkan terbangunnya 200 kilometer jalur MRT selama 10 tahun ke depan untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

"Karena itulah maka kita harus mencapai 200 kilometer dalam waktu 10 tahun. Itu contoh bagaimana melayani masyarakat secara baik," ujar Kalla.

Namun, ia mengingatkan masing-masing provinsi memiliki perbedaan masalah yang dialami sehingga solusi dalam bidang transportasi bisa berbeda pula.

"Karena permasalahan masing-masing provinsi berbeda-beda. Ada masalahnya jalan. Masalahnya jalan umum. Karena itulah maka bersama-sama kita, pusat dan wakil pusat di daerah juga harus bersama-sama," lanjut Kalla.

--- Simon Leya

Komentar