Breaking News

INTERNASIONAL Hamas Umumkan Gencatan Senjata dengan Israel di Gaza 01 Sep 2020 22:43

Article image
Sejumlah angggota Hamas di Jalur Gaza. (Foto: reuters via zeit.de)
Perwakilan Kementerian Pertahanan Israel mengingatkan, jika Hamas tidak melaksanakan semua hal yang telah disepakati, Israel akan melancarkan “tindakan-tindakan yang diperlukan”.

GAZA, IndonesiaSatu.co -- Kelompok Hamas yang menguasai wilayah Gaza mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dengan Israel untuk menurunkan eskalasi kekerasan terbaru di Gaza.

Seperti dilansir Zeit Online, Selasa (1/9/2020), kesepakatan tersebut diumumkan oleh pemimpin Hamas Yahya Sinwar pada Senin (31/8/2020) usai pembicaraan dengan utusan Qatar Mohammed el-Emadi yang berperan sebagai mediator dalam upaya menurunkan intensitas saling serang antara Hamas dan Israel.

"Kesepakatan telah dicapai untuk mengurangi eskalasi terbaru dan mengakhiri agresi (Israel) terhadap rakyat kami," demikian pernyataan Pemimpin Hamas Yahya Sinwar seperti dikutip dari Zeit.de, Selasa (1/9/2020).

Militer Israel melancarkan serangan ke wilayah Gaza hampir setiap hari sejak 6 Agustus lalu sebagai pembalasan atas serangan balon api dari Gaza ke tanah pertanian di Israel bagian selatan.

Hamas mengklaim serangan balon api sebagai upayanya untuk meningkatkan persyaratan gencatan senjata informal di mana Israel berkomitmen untuk melonggarkan blokade yang telah berusia 13 tahun dengan imbalan ketenangan.

Kubu Hamas mengatakan, dalam perjanjian ini mereka akan menghentikan peluncuran balon api dan serangan bahan peledak di sepanjang pagar sebagai imbalan Israel kembali ke situasi tenang sebelum eskalasi.

 "Sebagai imbalan penghentian serangan balon, Israel akan kembali ke situasi pra-eskalasi, artinya mengizinkan nelayan berlayar ke Laut Mediterania, mengurangi pembatasan barang yang masuk, dan juga memulihkan pasokan bahan bakar ke pembangkit listrik Gaza," tambah Sinwar.

Sejauh ini Israel tetap memperketat kebijakan blokade, antara lain melarang nelayan Gaza untuk melaut dan membatasi masuknya produk-produk ke wilayah Gaza, serta mengurangi pasokan bahan bakar ke satu-satunya pembangkit listrik di wilayah Palestina itu.

Pengumuman Hamas tersebut dilakukan di tengah aktivitas diplomatik Qatar yang mengirim perwakilan dengan membawa dana bantuan senilai USD 30 juta ke Gaza sebelum mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Israel di Tel Aviv.

Sumber yang dekat dengan delegasi Qatar mengungkapkan, Israel menyatakan bersedia melanjutkan pengiriman bahan bakar untuk pembangkit listrik dan melonggarkan blokade terhadap Gaza jika ada penghentian serangan balon api.

Sementara itu perwakilan Kementerian Pertahanan Israel mengingatkan, jika Hamas tidak melaksanakan semua hal yang telah disepakati, Israel akan melancarkan “tindakan-tindakan yang diperlukan”.

--- Rikard Mosa Dhae