Breaking News
  • Kapolda resmikan Bhayangkara Papua Football Academy
  • Kemen-PUPR tingkatkan kapasitas pekerja konstruksi dengan sertifikasi
  • Presiden Jokowi bersarung "blusukan" ke Mal Mataram
  • Pusat Konservasi Elang Kamojang lestarikan populasi elang jawaPusat
  • Wamen ESDM kaji FSRU penuhi pasokan gas

GAYA HIDUP Hambatan Menjadi Orang Kaya 05 Oct 2017 09:12

Article image
Yacht mewah bernama The Eclipse milik salah satu orang terkaya di dunia, Roman Abramovich dengan harga antara $450 juta hingga $1.2 miliar. (Foto: Reuters)
Terlalu mengutamakan menabung dari pada berpikir bagaimana cara meningkatkan pendapatan juga merupakan suatu cara pandang yang salah.

MENJADI orang kaya adalah impian banyak orang. Namun, menjadi kaya membutuhkan perubahan cara pandang terhadap arti dari kekayaan itu sendiri.

Saat ini kita bisa melihat ada banyak masyarakat kelas ekonomi menengah yang sangat potensial untuk menjadi lebih kaya. Namun, karena banyak orang memandang salah tentang kekayaan, sehingga sulit naik ke posisi atas dan menengah.

Artinya, banyak orang tidak mengalami perkembangan yang signifikan pada kekayaan dan kehidupan mereka. Oleh karena itu, perlu adanya perubahan cara pandang agar bisa melompat ke jenjang selanjutnya yaitu kelas atas. 

Berikut adalah perilaku dan cara pandang yang mengambat orang untuk menjadi kaya sebagaimana ditulis Laruno.com.

Perilaku konsumtif

Kebutuhan tidak sama dengan keinginan. Kebanyakan orang yang cenderung lebih suka menuruti apa keinginannya daripada memenuhi kebutuhan. Ini akan berdampak kepada kondisi pengeluaran yang semakin membengkak, dan mereka akan kesulitan dalam mengatur keuangan.

Prioritas yang salah

Prioritas yang salah umumnya membuat kekayaan berhenti pada suatu titik tertentu saja. Terlalu mengutamakan menabung dari pada berpikir bagaimana cara meningkatkan pendapatan juga merupakan suatu cara pandang yang salah.

Memang pada dasarnya menabung itu sangat penting, tetapi Anda tidak dapat hanya sekadar mengandalkan dari tabungan saja.

Menabung adalah manifestasi dari keinginan hidup pada zona nyaman, sedangkan orang kaya selalu ingin meningkatkan pendapatan dengan berbagai cara dari risiko, misalnya berinvestasi atau membangun bisnis.

Keraguan

Keraguan memang seringkali hinggap di kehidupan kita. Di dalam kelas ekonomi menengah, mereka selalu merasa ketakutan dengan target yang sudah mereka tetapkan sendiri.

Tak jarang mereka juga takut untuk bermimpi memiliki kehidupan yang lebih baik. Ini mengakibatkan mereka yang berada di kelas menengah selalu membuat target dan mimpi yang tidak maksimal karena tidak cukup nyali untuk menanggapinya.

Namun, orang kaya selalu berpikiran untuk membuat target dan mimpi setinggi mungkin untuk kemudian mereka berusaha untuk menggapainya. Maka, buatlah target setinggi-tingginya untuk perbaiki kehidupan Anda ke depan.

 

--- Elisabeth Sylvie

Komentar