Breaking News

INTERNASIONAL Harga BBM Melonjak, Warga Ekuador Duduki Instalasi Minyak Negara 08 Oct 2019 15:39

Article image
Aksi unjuk rasa warga Ekuador menentang kenaikan harga bahan bakar minyak. (Foto: Dolores Ochoa/ DPA)
Presiden Ekuador Lenin Moreno mengumumkan keadaan darurat selama 60 hari karena kerusuhan sosial dan kondisi ekonomi negara yang makin buruk.

QUITO, IndonesiaSatu.co -- Ekuador berada dalam keadaan darurat menyusul aksi demonstrasi warga yang menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (bbm).

Disitir dari Spiegel Online, Selasa (8/10/2019), harga bensin naik 25 persen, sedangkan harga solar naik dua kali lipat dari harga sebelumnya.

Kebijakan pemerintah dibalas aksi warga dengan melakukan barikade dan menduduki instalasi minyak milik negara.

Aksi barikade warga menyebabkan tiga lokasi instalasi minyak di wilayah Amazon untuk sementara menghentikan produksi minyak.

Kementerian Energi Ekuador menyatakan, hingga Selasa warga menduduki tiga instalasi minyak yang biasanya menyumbang sekitar 12 persen minyak di negara tersebut.

Demonstrasi masif telah berlangsung selama berhari-hari di Ekuador menyusul kenaikan drastis harga bahan bakar.

Pada pekan lalu Presiden Ekuador Lenin Moreno mengumumkan keadaan darurat selama 60 hari karena kerusuhan sosial dan kondisi ekonomi negara yang makin buruk.

Para demonstran menuntut Moreno bertanggung jawab atas kenaikan harga bahan bakar minyak dan meningkatnya beban ekonomi sejak penandanganan kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) pada Maret lalu.

Dalam kesepakatan tersebut, Ekuador mendapatkan kredit IMF sebesar 4,2 miliar dollar AS atau sedikitnya 56 triliun rupiah. Namun salah satu konsekuensinya, pemerintah Moreno terpaksa memotong subsidi pemerintah untuk harga bahan bakar.

Aparat kepolisian telah menangkap ratusan demonstran yang dianggap sebagai provokator kerusuhan massal.

--- Rikard Mosa Dhae