Breaking News

REGIONAL Harga Sembako di Ende Naik, Anggota DPRD Desak Pemerintah Segera Bersikap 08 Apr 2020 22:01

Article image
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Ende, Mahmud Bento Djegha. (Foto: Ist)
"Pemda harus segera tindaklanjut dan mengendalikan harga di pasaran agar kembali normal. Sebab, dampak Covid-19 ini juga dirasakan oleh masyarakat kecil jika harga sembako naik," desak Bento.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Di tengah merebaknya kasus Virus Corona (Covid-19) yang belakangan terus menyita perhatian berbagai pihak termasuk pemerintah daerah (pemda), tidak luput dari dampak sosial-ekonomi yang timbul di tengah masyarakat.

Dampak sosial-ekonomi tersebut mulai terasa di daerah Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pasalnya, harga kebutuhan bahan-bahan pokok (sembako, red) di sejumlah pasar di kabupaten Ende mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Seperti halnya harga gula pasir, dari sebelumnya Rp.14.000 per kg, naik menjadi Rp. 20.000 per kg. Demikian pula harga minyak goreng ukuran 2 liter dari Rp. 27.000 naik menjadi Rp. 30.000.

Kenaikan harga pasaran sembako di kabupaten Ende terjadi sejak awal merebaknya wabah Virus Covid-19 di tanah air hingga ke pelosok daerah.

Menyikapi dampak sosial-ekonomi dengan kenaikan harga sembako di pasaran, Lembaga DPRD Ende pun ikut bersuara dengan mendesak pemerintah daerah setempat agar segera mengambil sikap tegas guna memastikan harga pasaran kembali normal yang tidak merugikan masyarakat.

"Situasi ini tidak dapat dibiarkan. Pemerintah daerah Kabupaten Ende segera mengambil sikap tegas dengan meninjau kenaikan harga sembako di pasaran yang sudah di luar dari ketentuan dan kebijakan pemerintah daerah. Jangan sampai situasi ini dimanfaatkan, sehingga terjadi monopoli pasar oleh para pelaku ekonomi," ungkap Anggota DPRD Ende, Mahmud Bento Djegha kepada media ini, Rabu (8/4/20).

Bento yang juga Ketua Fraksi Demokrat DPRD Ende meminta agar pemerintah daerah wajib melakukan operasi pasar atau inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan harga sembako di pasaran.

"Pemda harus segera tindaklanjut dan mengendalikan harga di pasaran agar kembali normal. Sebab, dampak Covid-19 ini juga dirasakan oleh masyarakat kecil jika harga sembako naik. Kasihan masyarakat kecil jika di tengah situasi pandemi Covid-19 ini, hak dan kebutuhan mereka justru dipersulit. Jika ada indikasi monopoli pasar, maka harus ditindak tegas," desak Bento.

Anggota Komisi III DPRD Ende ini juga mengharapkan agar masyarakat tidak larut dalam kepanikan di tengah wabah virus Corona, termasuk kenaikan harga sembako.

"Kita berharap agar pemda segera bersikap, sehingga menghindari gesekan horizontal di antara masyarakat dengan para pelaku ekonomi dalam skala kecil. Jangan sampai hal ini (kenaikan harga sembako) mengorbankan hak para mamalele dan papalele," harap Bento.

--- Guche Montero

Komentar