Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

TRADISI Hari Ini Kehebohan Cross Culture Festival 2016 di Surabaya Dimulai 07 Aug 2016 13:26

Article image
Cross Culture International-Folk dan Art Festival 2016. (Foto: Hancel Goru Dolu)
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali mengadakan acara Cross Culture Festival (CCF). Parade budaya yang ke-12 tersebut akan digelar di Surabaya sejak 14-18 Agustus. Namun, rangkaian festivalnya akan dimulai sejak hari ini.

SURABAYA, IndonesiaSatu.co Surabaya terkenal sebagai kota pahlawan. Tanah yang melahirkan para pejuang. Bumi yang bahkan sanggup membakar militansi kaum urban yang menyinggahinya. Di masa apapun, dalam sejarah, Surabaya adalah wilayah yang selalu mati-matian menolak takluk. Mega kenangan yang paling membekas, tentu saja, adalah momen pertempuran 10 November.

Sikap pantang menyerah arek-arek Suroboyo (atau Soerabaiasche, dalam istilah Belanda) memang terkenal ngeyelan (tak mau kalah). Nasib proklamasi yang dikumandangkan tiga bulan sebelumnya, antara lain, diselamatkan oleh peristiwa heroik tersebut.

Itulah sebabnya, perayaan kemerdekaan di bulan Agustus selalu meriah di Surabaya. Mulai dari gang-gang kecil di setiap dukuh (kampung) sampai di pusat kota. Seremoninya pun beragam baik bentuk maupun isi.

Di kampung-kampung biasanya diadakan perlombaan antar RT/RW, ada pula aksi-aksi demonstrasi yang pasti akan selalu ada, hingga perhelatan yang difasilitasi oleh pemerintah kota ataupun provinsi. Meski kadangkala ada beberapa benturan tak terhindarkan di lapangan, tetapi semuanya itu dierima secara demokratis oleh warga kota.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sendiri, tahun ini, akan kembali mengadakan acara Cross Culture Festival (CCF). Parade budaya yang ke-12 tersebut akan digelar di Surabaya sejak 14 – 18 Agustus. Namun, rangkaian festivalnya akan dimulai sejak hari ini.

Ditandai dengan pementasan Tari Remo, pada Minggu (07/08) pagi ini di Balai Pemuda, Surabaya. Tema kesenian diajukan sebagai upaya Pemkot memaksimalkan pengenalan budaya kepada publik dunia. Berbagai macam seniman dari mancanegara akan hadir meramaikan perayaan ini.

Heri Prasetyo selaku stage manager CCF 2016 menjelaskan bahwa tahun ini bakal lebih ramai. Sejumlah negara lainnya di bawah Unesco akan turut ambil bagian.

“Informasi yang kami terima begitu. Ada beberapa negara lain, seperti Amerika (Serikat), Rumania, Korea dan Estonia dijadwalkan akan hadir. Kalau tahun sebelumnya, Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan saja. Tahun ini akan lebih banyak. Amerika (Serikat), Estonia, Polandia dan Rumania,” terang Heri kepada media di Surabaya.

Kegiatan yang akan dilaksanakan Pemkot melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) ini, tidak hanya akan berpusat di Balai Pemuda dan G-Walk Citra Raya saja, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Yang akan menjadi simbol dari Cross Culture Festival 2016 ini adalah pagelaran tarian Yosakoi dan Remo yang akan di lakukan oleh anak -anak dan remaja. Kedua tarian ini mengambarkan simbol persahabatan dua kota, yaitu Kota Surabaya dan Kota Khoci di Jepang yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Kali ini lokasinya beragam. Terutama di wilayah-wilayah yang merupakan simbol kesenian dan memiliki aspek historis yang kuat. Perhelatan kali ini akan menyasar Gedung Balai Pemuda, Jl. Tunjungan (depan Museum Surabaya), Balai Budaya Surabaya, Galeri Museum Surabaya, G-Walk Citra Raya Surabaya, Taman Bungkul dan Taman Jayengrono.

Siapa saja bisa datang ke acara ini. Selain untuk menikmati dan menyelami kekayaan sejarah-budaya Surabaya, juga bisa untuk memperoleh ilmu tambahan. Sebab aneka Workshop bisa menjadi ajang pertukaran karya maupun dialektika gagasan ataupun ide-ide.

Berikut ini adalah jadwal lengkap acara yang telah dirilis oleh Disbudpar Kota Surabaya:

Festival Tari Remo

Waktu : Minggu, 7 Agustus 2016, pukul 07.00 s/d 11.00 WIB

Lokasi : Gedung Balai Pemuda Sisi Barat

Festival Tari Yosakoi

Waktu : Minggu, 7 Agustus 2016), pukul 10.00 s/d 15.00 WIB

Lokasi : Gedung Balai Pemuda Sisi Barat

Parade Festival Seni Lintas Budaya

Waktu : Minggu, 14 Agustus 2016, pukul 15.30 s/d 17.00 WIB

Lokasi : JI. Tunjungan Surabaya (Depan Museum Surabaya)

Pembukaan Festival Seni Lintas Budaya

Waktu : Seni, 15 Agustus 2016, pukul 19.00 s/d 22.00 WIB

Lokasi : Balai Budaya Surabaya

Workshop Seni

Waktu : Selasa, 16 Agustus 2016, pukul 09.00 s/d 11.00 WIB

Lokasi : Galeri Museum Surabaya

Pertunjukan Kesenian

1. Selasa, 16 Agustus 2016, pukul 19.00 s/d 21.00 WIB
Lokasi : G-Walk Citra Raya Surabaya

2. Rabu, 17 Agustus 2016, pukul 16.30 s/d 17.30 WIB
Lokasi : Taman Bungkul dan Taman Jayengrono

3. Rabu, 17 Agustus 2016, pukul 19.00 s/d 21.00 WIB
Lokasi :Tunjungan Plaza, Ciputra World dan Galaxy Mall

Penutupan Festival Seni Lintas Budaya

Date : Kamis, 18 Agustus 2016, pukul 19 s/d 22.00 WIB

Lokasi : Balai Budaya Surabaya

 

--- Hancel Goru Dolu

Komentar