Breaking News
  • Indonesia-Australia jajaki tarif 0 persen untuk tiga komoditas
  • Kemendag amankan minuman beralkohol tanpa izin impor
  • Laos tertarik alutsista dan pupuk Indonesia
  • OJK: Masyarakat banyak belum paham fungsi produk jasa keuangan

INTERNASIONAL Hasil Referendum: 90 Persen Warga Catalonia Pilih Merdeka dari Spanyol 04 Oct 2017 01:45

Article image
Referendum Catalonia. (Foto: ist)
"Dengan harapan dan penderitaan ini, warga Catalonia telah memenangkan hak atas negara merdeka dalam bentuk sebuah republic…"

BARCELONA, IndonesiaSatu.co -- Pemerintah regional Catalonia dengan Barcelona sebagai ibukotanya, telah menggelar referendum untuk menentukan pendapat publik terhadap opsi merdeka dari Spanyol.

Dilansir Channel News Asia, Minggu (1/10/17) waktu setempat, pemerintah Catalonia mengumumkan 90 persen dari 2,26 juta orang yang memberikan suara dalam referendum kemerdekaan, memilih untuk merdeka dari Spanyol. Jumlah itu mewakili sekitar 42,3 persen dari jumlah total pemilih Catalonia yang mencapai 5,34 juta.

Pemimpin Catalan, Charles Puigdemont, mengumumkan dalam sebuah pernyataan di televisi bahwa Catalonia telah mendapatkan hak untuk menjadi negara merdeka dan hasilnya akan disahkan parlemen daerah dalam beberapa hari mendatang.

"Dengan harapan dan penderitaan ini, warga Catalonia telah memenangkan hak atas negara merdeka dalam bentuk sebuah republik," kata Puigdemont.

Ia juga mengatakan bahwa Uni Eropa tidak bisa lagi terus mengabaikan  hasil referendum Catalonia.

Sementara pejabat daerah Catalan mengatakan bahwa sebanyak 770.000 suara hilang karena gangguan di tempat pemungutan suara oleh polisi Spanyol. Pro-kontra referendum Catalonia mengakibatkan bentrok antara warga Catalonia dengan pihak kepolisian Spanyol.

Jurubicara pemerintah daerah Catalan, Jordi Turull mengatakan, lebih dari 800 orang terluka dalam bentrokan dengan polisi anti huru- hara selama referendum berlangsung dan mendapat penolakan luas dari warga Madrid.

Sedangkan pihak pemerintah Spanyol telah menegaskan bahwa surat suara tersebut tidak memiliki status hukum karena telah diblokir oleh Mahkamah Konstitusi Spanyol yang memutuskannya bertentangan dengan konstitusi 1978. Pada saat referendum, Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan bahwa polisi berhasil menutup 79 tempat pemungutan suara dari 2.315 tempat yang disiapkan.

Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy mengatakan bahwa orang-orang di wilayah Timur Laut, Catalan telah tertipu untuk mengambil bagian dalam pemungutan suara secara ilegal. Dia menyebutnya sebagai demokrasi inkonstitusional.

Dilansir AFP, pemerintah Catalan telah melaporkan bahwa terlepas dari upaya tekanan aparat kepolisian, pemungutan suara tetap berlangsung di 96 persen tempat pemungutan suara. Meski demikian, hasil referendum yang memenangkan prokemerdekaan Catalonia belum memiliki kekuatan mengikat hingga disahkan oleh pemerintah Pusat Spanyol.

Populasi

Diberitakan Reuters, Catalonia sendiri memiliki populasi penduduk 7. 522. 596 jiwa. Catalonia yang merupakan daerah Timur Laut Spanyol memiliki kekayaan daerah dengan pusat bisnis, keuangan, olah raga, dan seni. Mereka merasa berbeda dengan Spanyol dan ingin mengelola daerah mereka sendiri. Selain itu, pendapatan pajak yang cukup besar telah disetorkan kepada pemerintah pusat di kota Madrid, ibukota Spanyol sehingga kurang terasa efeknya bagi kesejahteraan warga Catalonia.

Dampak referendum Catalonia yang turut menyita perhatian publik yakni kekhawatiran industri olahraga Spanyol (La Liga) yang melibatkan klub Barcelona, Espanyol dan Girona. Jika Catalonia berpisah dari Spanyol, maka ketiga klub Catalan tersebut terancam keluar dari kompetisi La Liga Spanyol.

 

---Guche Montero

Komentar