Breaking News

INTERNASIONAL Hasil Tes di Vatikan, Paus dan Pembantu Terdekat Bebas dari COVID-19 29 Mar 2020 13:41

Article image
Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus ketika memberikan berkat
Yara Nardi, orang yang dinyatakan positif bekerja di Sekretariat Negara dan kini berada di rumah sakit Roma.

VATIKAN, IndonesiaSatu.co --  Paus Fransiskus dan para pembantu dekatnya dinyatakan tidak mengidap COVID-19. Demikian konfirmasi Vatikan usai melakukan tes pada hari Sabtu waktu setempat. Diberitakan Reuters, salah seorang warga Vatikan dinyatakan positif mengidap COVID-19.

Ini untuk pertama kalinya pernyataan tentang paus berusia 83 tahun sejak virus tersebut mulai mewabah di Italia. Saat ini, sudah lebih dari 10.000 orang telah meninggal akibat COVID-19 di Italia.

Tes COVID-19  dilakukan terhadap 170 orang di Vatikan dan enam orang dinyatakan positif, termasuk satu dari beberapa lusin penghuni tetap Wisma Santa Marta di tanah Vatikan, kata juru bicara Vatikan Matteo Bruni dalam sebuah pernyataan.

“Saya dapat memastikan bahwa baik Bapa Suci maupun para pembantu terdekatnya tidak ada di antara ini,” katanya seperti dilansir Reuters.

Yara Nardi, orang yang dinyatakan positif bekerja di Sekretariat Negara dan kini berada di rumah sakit Roma.

Tes menunjukkan satu orang lain yang telah melakukan kontak dengan imam juga positif tetapi orang itu tidak tinggal di kediaman kepausan.

Tempat tinggal modern di mana dilakukan tes COVID-19 yang memiliki 130 kamar dan suite dan staf sekitar 30 orang, adalah rumah bagi puluhan imam yang bekerja di departemen Vatikan.

Bruni mengatakan seluruh kediaman, yang dijalankan seperti hotel tetapi belum menerima tamu sementara selama beberapa minggu terakhir, telah dibersihkan.

Paus Fransiskus tampak sehat secara umum, tetapi sebagian paru-parunya diangkat setelah sakit ketika dia masih muda.

Salah satu sumber yang memasuki kediaman secara teratur mengatakan tindakan pencegahan telah diambil seperti mendorong jarak sosial dan membuat pembersih tangan tersedia.

Sejak 6 Maret, Vatikan telah mengeluarkan setidaknya lima pemberitahuan atau dekrit bahwa langkah-langkah telah diambil di Italia, negara yang paling terpukul di Eropa, dengan lebih dari 10.000 kematian pada Sabtu.

Langkah-langkah itu  termasuk rekomendasi untuk berkomunikasi melalui telepon bahkan dengan orang-orang di kantor yang sama, bergantian shift dan mendorong sebanyak mungkin pekerjaan dari rumah.

Paus Fransiskus juga  telah membatalkan penampilannya di muka umum dan memimpin audiensi umum melalui televisi dan internet. Tetapi dia masih menerima sekitar lima pejabat Vatikan sehari, menurut kalender resminya.

--- Simon Leya

Komentar