Breaking News

NASIONAL Heli Gagal Terbang, Jenderal Doni Bersyukur Tidak Ada Korban Jiwa 07 Jan 2020 12:24

Article image
Helikopter milik TNI AD yang ditumpanginya Doni dan rombongan gagal terbang setelah dihantam angin kencang saat mengudara. (Foto: Antara News)
Heli sempat terbang beberapa menit, namun situasi angin yang cukup kencang mengakibatkan hilang keseimbangan dan menyeret kendaraan yang terparkir di lapangan Gesit Tahuna.

SANGIHE, IndonesiaSatu.co -- Kepala Nasional  Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo menyampaikan rasa syukur karena selamat dari kejadian helikopter gagal terbang.

“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa,” ujar Doni saat turun dari helikopter.

Seperti diberitakan ANTARA, helikopter yang ditumpangi Doni dan rombongannya gagal terbang di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Senin(6/1/2020). Pada peristiwa tersebut,  helikopter menyeret satu buah mobil yang diparkir di Lapangan Gesit Tahuna ketika berusaha mendarat.

Heli sempat take off (terbang) beberapa menit, namun situasi angin yang cukup kencang mengakibatkan hilang keseimbangan dan menyeret kendaraan yang terparkir di lapangan Gesit Tahuna.

Doni melakukan kunjungan ke lokasi bencana di kampung Lebo, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe yang mengalami bencana banjr bandang dan longsor pada hari Jumat, 3 Januari 2020 pagi.

Dalam bencana tersebut ada tiga orang korban meninggal dunia dan puluhan rumah rusak berat.

Helikopter milik TNI AD yang ditumpanginya Doni dan rombongan gagal terbang setelah dihantam angin kencang saat mengudara.

Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Kav M Jaelani mengatakan, awalnya Doni dan sejumlah rombongan dari Jakarta tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado dengan menumpang pesawat komersial, pukul 06.10 Wita.

Berdasarkan surat permohonan Kepala BNPB Nomor B-5/KA.BNPB/PD.01.02/01/2020 tanggal 5 Januari 2020, TNI AD kemudian memberikan dukungan berupa helikopter untuk mendukung pelaksanaan kegiatan penanganan darurat bencana di Kabupaten Sangihe.

“Kepala BNPB dan rombongan terbang menuju Sangihe pada pukul 07.30 Wita menggunakan Heli Mi-35 Penerbad dengan tujuan lokasi bencana Kampung Lebo, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan tiba di Sangihe pada pukul 09.00 Wita dilanjutkan peninjauan dan penyerahan bantuan di lokasi bencana,” kata Jaelani kepada Kompas.com, Senin malam.

Kemudian, pukul 11 Wita, helikopter tersebut hendak melakukan take off di Lapangan Gesit Tahuna, Kelurahan Sawangbendar, Kecamatan Tahuna, Kepulauan Sangihe. Selain Doni, ada tiga penumpang lain yang turut menumpang helikopter tersebut yaitu Asisten 1 Pemprov Sulut Edison Humiang dan dua orang dari BNPB, yakni Egy Fajar Masadiah dan Jarwansah.

“Kemudian 30 detik setelah take off tiba-tiba terjadi perubahan angin sangat kencang yang mengakibatkan heli kehilangan power sehingga tidak bisa terbang normal dan menimpa beberapa kendaraan roda empat dan roda dua yang berada di sekitar lapangan. Namun, pilot dapat menguasai heli dan akhirnya berhasil landing kembali ditempat semula," papar dia. 

--- Simon Leya

Komentar