Breaking News

HANKAM Hendropriyono Ajak Warga Indonesia Bersatu Lawan Gerakan Separatis 06 Sep 2019 14:27

Article image
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono. (Foto: Ist)
AM Hendropriyono mengajak semua pihak untuk tidak memberi panggung kepada Benny Wenda dan orang-orang asing yang memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Usai menerima kunjungan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Senayan Residence, Jalan Patal Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (5/9/2019), mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono mengajak semua pihak untuk tidak memberi panggung  kepada Benny Wenda dan orang-orang asing yang memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Juga terutama jangan kasih panggung kepada orang-orang asing yang main, baik dia dari luar negeri maupun ada di Papua, dia ngacak-ngacak negeri kita, jangan dikasih panggung," tegas Hendro.

Benny Wenda merupakan pimpinan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan sudah menjadi warga negara asing (WNA) yang disebut Polri sebagai dalang kerusuhan soal papua. Selain Benny, ada orang-orang luar negeri yang mendukung separatisme Papua dan turut mengibarkan bendera tertentu.

"Benny Wenda kan orang asing, bukan orang Indonesia, dan banyak lagi orang bule yang ada di sana yang ngibar-ngibarkan itu. Itu kita harus bersatu menghadapi yang begituan," ungkap mantan Menteri Transmigrasi tersebut.

Untuk menghentikan ketegangan di Papua yang hampir tiga pekan rusuh, mantan ketua umum PKPI meminta semua pihak untuk cooling down agar segera pulih.

"Saya minta cooling down saudara-saudara tentang publikasi kerusuhan dan keributan di Papua itu," kata dia

Di tempat yang berbeda, saat menjadi narasumber di Forum Patriotik di hadapan kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Hendro meminta para anak muda untuk membantah informasi yang menceraiberaikan.

"Saya minta kaum muda berontak dari kurungan besi tipu muslihat hoaks. Kalian lah yang counter itu. Pribadi satu satu yang pegang handphone, bantah satu per satu informasi yang mencerai-beraikan kalian. sendiri sendiri tidak akan bisa," pungkasnya.

---Hendrik Penu

Komentar