Breaking News
  • Arus kendaraan Gerbang Tol Palimanan berkurang 29 persen
  • Ledakan truk minyak di Pakistan tewaskan ratusan orang
  • Nurul Arifin siap maju di pemilihan wali kota Bandung
  • Presiden Jokowi terima GNPF-MUI di Istana Merdeka
  • Wapres dampingi Presiden Jokowi open house di Istana

TAJUK Hidup Bahagia 02 Jun 2017 12:51

Article image
Hiduplah bahagia dengan selalu cari makna hidup. (Foto: Ist)
Semakin mencari, semakin kita menjadi manusia. Itulah kebahagiaan.

HALANGAN besar untuk bahagia adalah mengharapkan terlalu banyak kebahagiaan, demikian ujar Bernard de Fontenelle. Dihadapkan pada jati diri sebagai manusia pencari makna, maka kita-manusia tidak pernah bisa puas dengan diri sendiri. Lalu, bagaimana kita bisa bahagia? 

Sebagai peziarah makna, manusia selalu berusaha melampaui (passing-over). Dalam konteks psikologis, misalnya, Abraham Maslow menulis tentang hirarki kebutuhan manusia. Kalau ada satu kebutuhan manusia yang terpenuhi, maka menunggu kebutuhan lainnya yang harus diselesaikan pula.

Pemikir besar Prancis, Gabriel Marcel mengatakan: manusia adalah insan peziarah (homo viator). Ia selalu mencari arti kehidupan, dalam lautan makna kehidupan yang tidak habis digali. Ia bertanya dan bertanya, berusaha menemukan makna hidupnya.

James Openheim katakan: Orang bodoh mencari kebahagiaan di tempat yang jauh; orang bijak menumbuhkannya di kakinya. Bahagia ditemukan melalui pencarian pribadi. Kita bahagia dari perjalanan (kaki) kita sendiri, cari makna untuk diri.

Bahagia itu sederhana. Temukan makna hidup. Semakin mencari, semakin kita manusiawi. Itulah kebahagiaan.

Salam Redaksi IndonesiaSatu.co

Komentar