Breaking News

BOLA Hina Klub, PSG Kutuk Patrice Evra 20 Mar 2019 16:02

Article image
Patrice Evra, mantan kapten Manchester United akhirnya meminta maaf atas hinaan yang dilontarkan kepada Paris Saint-Germain. (Foto: The Mirror)
Paris Saint-Germain mengutuk hinaan Patrice Evra yang ditujukan kepada klub. Komentar-komentar itu sangat memukul klub, yang secara khusus komit terhadap nilai-nilai rasa hormat dan inklusivitas.

PARIS, IndonesiaSatu.co -- Klub sepak bola Perancis Paris Saint-Germain (PSG) mengutuk mantan pemain Manchester United Patrice Evra yang dianggapnya sebagai seorang homofobia.

Kecaman tersebut adalah respon atas unggahan video Evra yang menghina PSG setelah klub ibu kota Perancis itu menelan kekalahan 3-1 melawan MU pada laga Liga Champion baru-baru ini.

Seperti dikutip dari The Guardian (19/3/2019), dalam video yang diunggah ke jejaring media sosial, Evra dan rekannya tampak duduk di belakang sebuah taksi ketika mereka merespon pandangan seorang pengguna media sosial tentang PSG. MU menghentikan langkah PSG di kandangnya sendiri  dengan skor telak 3-1. Evra sendiri ikut menyaksikan pertandingan tersebut.

Ketika merespon seorang pengguna yang sedang online, Evra mengatakan: “Ini adalah Manchester. Berhenti mendukung tim-tim yang tidak akan pernah menang.”

“Paris, Anda adalah kumpulan homo, banyak homo, Saya katakan kepada kalian. Kami [United] menempatkan tim D dan kami mengalahkan kalian (PSG). Beberapa anak bermain di laga tersebut – mereka biasa membersihkan sepatu saya.”

Segera setelah PSG  kalah dari MU, Evra memosting sebuah video yang memperlihatkan perayaan tersingkirnya PSG dan kemudian mengancam akan menampar mantan winger PSG Jérôme Rothen – mantan rekan setimnya ketika bermain di Monaco – setelah Rothen mengritik perilaku Evra.

Dengan kata-kata keras PSG mengatakan: “Paris Saint-Germain mengutuk hinaan homopfobia Patrice Evra yang ditujukan kepada klub. Komentar-komentar itu sangat memukul klub, yang secara khusus komit terhadap nilai-nilai rasa hormat dan inklusivitas.”

“Perang terhadap homopfobia dan semua bentuk diskriminasi adalah inti dari aksi dan nilai PSG, yang sudah bekerja sama Rouge Direct [Paris Foot Gay] untuk memerangi homofobia, sebagaimana Sportitude melawan segala bentuk rasisme.”

PSG dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah hukum melawan Evra atas serangannya kepada klub.

Evra pernah bermain untuk PSG selama karir masa kecilnya – antara 1997 dan 1998 – sebelum pindah ke Marsala di Italia di mana dia menandatangani kesepakatan profesional.

Pria berkebangsaan Perancis usia 37  tahun tersbut bermain sebanyak 355 pertandingan untuk MU antara 2006 dan 2014, mengenakan ban kapten beberapa kali. Evra juga menjadi kapten timnas Perancis pada Piala Dunia.

Melalui akun Twitter-nya pada Selasa (19/3/2019), Evra mengatakan media Perancis salah menafsirkan kata-katanya, dan dia meminta maaf untuk itu.

Dia mengatakan: “Saya ada di sini untuk mengklarifikasi sebuah kesalahpahaman yang besar tapi kita ada di sini untuk menyelesaikannya. Saya membuat video, sebagai lelucon sebagai seorang sahabat.

“Saya bukanlah orang yang homofobia. Saya mencintai setiap orang. Karena itu, bila saya menyerang seseorang atau saya melukai seseorang, saya minta maaf. Anda tahu itu bukanlah tujuan saya tetapi  media Perancis menyalahkan saya.”

--- Simon Leya

Komentar