Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INFRASTRUKTUR Hubungkan Banyuwangi-Merak, Presiden Jokowi Sebut Ada “Jalan Daendels” Baru 25 Jun 2018 02:11

Article image
Presiden Jokowi ketika meresmikan enggunaan ruas Tol Gempol-Pasuruan, di Gerbang Tol Pasuruan. (Foto: Ist)
Jika jalan tol Merak sampai Banyuwangi tersambung keseluruhan, yang diharapkan selesai 2019, menurut Presiden Jokowi, akan ada “jalan Daendels” baru.

PASURUAN, IndonesiaSatu.co -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, secara umum jalan tol dari ujung Pulau Jawa, yaitu Merak (Banten) hingga kota Pasuruan (Jatim) secara umum sudah bisa dilewati. Meskipun ruas jalan tersebut ada yang fungsional dan juga ada yang dalam proses konstruksi.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi kepada wartawan usai meresmikan penggunaan ruas Tol Gempol-Pasuruan, di Gerbang Tol Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (22/6/2018) siang.

“Kita harapkan di akhir tahun ini Merak-Pasuruan sudah rampung, kemudian dilanjutkan lagi ke Banyuwangi yang diharapkan selesai 2019,” ujar Jokowi.

Jika jalan tol Merak sampai Banyuwangi tersambung keseluruhan, yang diharapkan selesai 2019, menurut Presiden Jokowi, akan ada “jalan Daendels” baru.

“Kalau dulu Daendels dari Anyer sampai Panarukan sekarang dari Banyuwangi sampai ke Merak,” ujarnya.

Mengenai tarif tol tersebut, Presiden Jokowi mengemukakan, bahwa investasi tersebut dikerjakan oleh investor baik oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara) maupun oleh swasta. Ia mengingatkan, masyarakat harus tahu ini jalan tol ini dikerjakan oleh investor baik BUMN ataupun swasta.

Oleh karena itu, lanjut Presiden, penentuan tarif jalan tol harus berbicara dengan mereka karena pemerintah tidak ingin investor dirugikan.

“Kita ingin investor diuntungkan tapi kita juga ingin masyarakat diuntungkan. Artinya apa dengan kecepatan mobilitas barang distribusi logistik, distribusi barang kita harapkan biaya logistik akan turun lebih murah karena jauh lebih cepat,” terang Presiden.

Presiden juga mengingatkan, bahwa pembangunan infrastruktur jalan tol harus terintegrasi dengan titik-titik pertumbuhan ekonomi. Baik itu dengan kawasan industri, baik dengan namanya Pelabuhan, kawasan wisata harus diintegrasikan semua. Sehingga jalan tol dibangun betul-betul berguna dan bermanfaat maksimal untuk dunia usaha, untuk pariwisata, untuk Kawasan Industri, dan untuk kawasan kawasan pelabuhan.

“Nanti bisa disambungkan. Kan ini sudah ada ruasnya kalau ada Kawasan Industri 20 kilometer dari sini nanti bisa disambungkan bisa dengan tol, bisa dengan jalan biasa, misalnya Pelabuhan Patimban yang akan kita bangun nanti kita integrasikan dengan tol Trans-Jawa ini,” ujar Presiden Jokowi.

--- Redem Kono

Komentar