Breaking News

PENDIDIKAN HUT 90 Tahun Seminari Mataloko, Pemprov NTT Serahkan Bantuan 16 Sep 2019 14:36

Article image
Wagub NTT, Josef Nae Soi saat menyerahkan bantuan dana hibah Prmprov NTT kepada Prases Seminari Mataloko, Romo Gabriel Idrus. (Foto: Kupang.online)
Selain bantuan hibah untuk seminari, Wagub juga memberi bantuan kepada tiga sekolah, baik yang ada di Seminari Mataloko maupun yang ada di dekat seminari.

NGADA, IndonesiaSatu.co-- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef Nae Soi atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT menyerahkan dana bantuan hibah senilai Rp 500 juta kepada Seminari Santo Yohanes Berkhmans Todabelu, Mataloko, Kabupaten Ngada saat perayaan HUT Seminari ke-90, Minggu (15/9/19).

“Ini bantuan hibah dari Pemprov NTT,” kata Wagub Nae Soi saat menyerahkan bantuan hibah yang diterima langsung oleh Praeses Seminari Mataloko, Romo Gabriel Idrus.

Sesuai informasi yang dikirimkan Valeri Guru, Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Prov NTT kepada Media suluhdesa.com dan dilansir oleh KUPANG.ONLINE, selain bantuan hibah untuk seminari, Wagub juga memberi bantuan kepada tiga sekolah, baik yang ada di Seminari Mataloko maupun yang ada di dekat seminari.

“Bantuan ini sebagai wujud nyata perhatian dan kepedulian Pemprov NTT terhadap lembaga pendidikan yang mengemban misi mencerdaskan anak bangsa yang ada di Provinsi NTT,” kata Wagub yang juga merupakan keluarga besar Alumni Seminari Mataloko.

Di tempat terpisah, Praeses Seminari, Romo Gabriel Idrus, Pr menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang dengan caranya masing-masing peduli dan mengambil bagian dalam menyukseskan acara HUT ke-90 sekaligus panitia kerja yang dipimpin Bupati Ngada, Paulus Soliwoa menuju satu abad Seminari Mataloko di tahun 2029 yang akan datang.

Sementara, Vikjen Keuskupan Agung Ende, Romo Cyrilus Lena, Pr dalam kotbah misa syukur mengatakan, dirinya merasa sangat kecil jika berhadapan dengan almamater yang merayakan 90 tahun.

“Ada yang hanya satu hari berada di seminari ini, namun bangganya lebih dari yang tujuh tahun,” ucap Romo Cyrilus.

“Itulah keilahian seminari yang tak dapat diukur dengan rasio dan ilmu pengetahuan. Hati Allah Bapa dalam kisah Injil perumpamaan anak yang hilang mengajarkan kepada kita betapa cinta kasih Allah bagaikan samudera raya tak bertepi. Seminari ini senantiasa merangkul semua anak; baik yang hilang di luar rumah maupun yang hilang di dalam rumah,” tegas Romo Cyrilus.

”Kita semua merupakan anak kandung dari seminari ini, baik yang dibaptis maupun yang tertahbis,” katanya.

--- Guche Montero

Komentar