Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Ikuti Jerman, Austria Desak Uni Eropa Stop Ekspor Senjata ke Saudi 26 Oct 2018 15:30

Article image
Menteri Luar Negeri Austria Karin Kneissl . (Foto: DPA)
Tuntutan moratorium ekspor senjata ke Arab Saudi dikaitkan dengan kasus tewasnya Jamal Khashoggi dan perang sipil di Yaman.

WINA, IndonesiaSatu.co Pemerintah Austria mendesak Uni Eropa segera melakukan moratorium ekspor senjata ke Arab Saudi terkait kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi dan keterlibatan Saudi dalam perang sipil di Yaman.

Seperti dilansir Spiegel Online, Jumat (26/10/2018), tekanan Austria terhadap  Arab Saudi dikeluarkan dua hari setelah Kanselir Jerman Angela Merkel mengumumkan akan menghentikan ekspor senjata ke Saudi hingga kasus Khashoggi diselesaikan.

Menteri Luar Negeri Austria Karin Kneissl mengatakan, kebijakan Jerman mesti diikuti oleh negara-negara Uni Eropa untuk menekan Arab Saudi yang dinilai melanggar hak-hak sipil dalam beberapa kasus.

“Penghentian ekspor senjata yang direncanakan oleh Kanselir Merkel merupakan sinyal yang benar untuk menyelamatkan hak-hak sipil. Austria telah menerapkan embargo peralatan militer ke Saudi sejak Maret 2015,” ujar Kneissl seperti dikutip Spiegel.de, Jumat (26/10/2018).

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron tidak ingin menanggapi rencana penghentian ekspor senjata ke Arab Saudi.

Bagi Prancis, bisnis senjata dengan Saudi dinilai penting strategis bagi Prancis karena kerja sama kedua negara dalam bisnis tersebut bernilai sekitar 1,7 miliar dollar AS pada 2107 silam.

Terkait kasus Khashoggi, Macron telah melakukan pembicaraan dengan Raja Salman bin Abdulaziz dan menekankan, Prancis tetap mendukung langkah-langkah hukum yang tegas terhadap para pelaku pembunuhan jurnalis itu.

--- Rikard Mosa Dhae