Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

POLITIK Ikuti Sikap Yenny Wahid, Ribuan Kiai Muda di Jatim Deklarasi Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin 02 Oct 2018 06:39

Article image
Deklarasi dukungan keluarga Gus Dur kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. (Foto: Ist)
Beberapa waktu sebelumnya, ada deklarasi dari 1.500 kiai muda se-Jawa Timur yang menyatakan diri mendukung Jokowi-Maruf di Surabaya. Para kiai muda itu mengaku sebagai pengagum Gus Dur.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Putri mendiang Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memutuskan mendukung Jokowi - Maruf Amin di Pilpres 2019. Berkaca dari kemampuannya memimpin Indonesia sebelumnya membuat Yenny Wahid mendukung Jokowi terpilih kembali menjadi presiden.

Keputusan Yenny Wahid merupakan perwakilan atas sikap keluarga besar Gus Dur kecuali istri Gus Dur, Shinta Wahid yang tetap netral karena bertugas sebagai ibu bangsa.

Selain itu, keputusan Yenny Wahid pun mewakili seluruh suara sejumlah organisasi yang tergabung ke dalam Konsorsium Kader Gus Dur.

Terdapat sembilan organisasi yang ikut hadir dalam konpers tersebut yakni Barikade Gus Dur (Barisan Kader Gus Dur), Gatara (Gerakan Kebangkitan Nusantara), Forum Kyai Kampung Nusantara (FKKNU), Garis Politik Al Mawardi (GP Al Mawardi), Komunitas Santri Pojokan (KSP), Jaringan Perempuan NKRI (JPN), Millenial Political Movement, Forum Profesional Peduli Bangsa dan Satuan Mahasiswa Nusantara.

Setelah dukungan Yenny Wahid, para pengagum dan pengikut Gus Dur silih berganti menyuarakan dukungannya kepada Jokowi-Maruf Amin di berbagai daerah.

Beberapa waktu sebelumnya, ada deklarasi dari 1.500 kiai muda se-Jawa Timur yang menyatakan diri mendukung Jokowi-Maruf di Surabaya. Para kiai muda itu mengaku sebagai pengagum Gus Dur.

Pada Senin, (1/10/2018), sebanyak 70 gus atau kiai muda di wilayah Madiun Raya yang tergabung dalam pecinta Gus Dur pun mendeklarasikan diri mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Sikap politik para kiai muda di Madiun Raya itu sebagai dukungan atas sikap politik yang diambil putri Gus Dur, Yenny Wahid, yang menyatakan sikap mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Koordinator Pecinta Gus Dur Madiun Raya, Abdur Rouf Thohiry, mengatakan gerakan Pecinta Gus Dur Madiun Raya untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf terinspirasi dari keputusan politik Yenny Wahid yang telah mendukung paslon presiden nomor urut 01 itu.

Deklarasi dukungan kepada paslon presiden nomor urut 01 ini digelar di Kafe The Camiland, Kota Madiun, Senin (1/10/2018) sore. Sebelum deklarasi dukungan digelar, sejumlah kiai muda itu menggelar doa bersama untuk mendoakan korban bencana alam gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

 "70 Kiai muda yang tergabung dalam Pecinta Gus Dur ini tersebar di Ngawi, Madiun, Magetan, dan Ponorogo," kata kiai Abdur Rouf saat menyatakan dukungan.

Pria yang akrab disapa Gus Rouf ini menuturkan gerakan ini muncul setelah keputusan politik yang diambil putri Gus Dur, Yenny Wahid. Pihaknya akan melakukan gerakan dukungan dengan terjun langsung ke basis massa di kampung-kampung serta menyambangi generasi milenial.

Pengasuh Pondok Pesantren Selo Puro Madiun itu menyampaikan pihaknya akan secepatnya konsolidasi dengan tim kemenangan Jokowi-Maruf sehingga akan memaksimalkan suara yang ada di Madiun dan sekitarnya.

"Kami mengikuti jejak langkah Mbak Yenny karena Mbak Yenny sudah sangat pantas jika menjadi orang yang paling paham bagaimana cita-cita Gus Dur untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang lebih sejahtera," terang dia.

Kiai muda asal Ngawi, Muhammad Choirul Fuad, mengatakan salah satu bentuk dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf karena melihat kinerja Jokowi pada kepemimpinannya telah memberikan bukti.

Apalagi, Jokowi dilengkapi dengan sosok Ma'ruf Amin yang merupakan sosok kiai dan bisa menjadi penyeimbang dalam setiap kebijakan pemerintahan.

Gus Fuad menuturkan pihaknya akan masuk di kalangan nahdliyin dan kalangan milenial. Tim juga akan membentuk pasukan media sosial untuk mengampanyekan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kami akan menyampaikan kampanye secara jujur kepada masyarakat. Tidak ada kampanye hoaks yang disampaikan. Itu menjadi salah satu pemikiran Gus Dur," pungkasnya.  

--- Redem Kono

Komentar